DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 14:31 WIB

PDIP soal Prabowo Dikepung: Strategi Playing Victim

Tsarina Maharani - detikNews
PDIP soal Prabowo Dikepung: Strategi Playing Victim Foto: Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra mengklaim Pilpres 2019 menjadi kontestasi pemilu terberat lantaran merasa capres Prabowo Subianto terkepung. PDIP menilai Gerindra memakai strategi playing victim, yaitu menempatkan diri seolah menjadi korban.

"Kali ini cerita Prabowo dikepung jelas ini juga model strategi playing victim dengan mengembangkan cerita palsu untuk menarik simpati masyarakat masyarakat," kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pariera kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).


Andreas mengatakan pernyataan Gerindra itu tak berdasarkan fakta. Dia menyebut Gerindra sedang berusaha mencari simpati masyarakat.

"Ungkapan Prabowo dikepung jelas tidak berdasarkan fakta," ujarnya.

Namun, Andreas yakin masyarakat sudah cerdas dalam memahami kebenaran. Dia kemudian mengungkit kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet yang akhirnya terbongkar.

"Kasus jubir capres Prabowo-Sandi, Ratna Sarumpaet dengan cerita bohongnya yang menggemparkan bangsa ini adalah contoh skenario play victim yang gagal menjadi drama politik di republik ini," tutur Andreas.


Partai Gerindra menyebut Pilpres 2019 adalah yang terberat bagi Prabowo Subianto. Gerindra mengatakan sang ketum terasa dikepung di pencapresan kali ini.

"Kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau (Prabowo) menjadi calon presiden. Jadi kami merasa bahwa Prabowo saat ini dikepung," kata Muzani di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10).
(tsa/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed