DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 12:50 WIB

Golkar Tepis Gerindra soal Prabowo Dikepung: Kami Berkompetisi Sehat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Golkar Tepis Gerindra soal Prabowo Dikepung: Kami Berkompetisi Sehat Ace Hasan Syadzily (Foto: dok. DPR)
Jakarta - Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut sang ketum, Prabowo Subianto, dikepung pada pencapresan 2019. Sebagai rival pada pilpres, Golkar menepis pernyataan Muzani.

"Kita berkompetisi secara sehat. Penyelenggara pemilu juga independen. Semua diberi kesempatan yang sama untuk berkampanye," ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada detikcom, Kamis (11/10/2018).

Ace juga membantah pernyataan Muzani yang menyebut salah satu 'kepungan' bersumber dari berbagai hasil lembaga survei. Dia memastikan tak ada arahan kepada lembaga survei untuk mengunggulkan elektabilitas capres incumbent Joko Widodo.



"Mereka kredibel, independen, dan menggunakan kaidah-kaidah akademik dalam melakukan surveinya," katanya.

Soal pengarahan kepala daerah, Ace menegaskan, dukungan kepala daerah kepada Jokowi murni atas kesadaran masing-masing.

"Tidak ada mobilisasi. Mereka merasakan kepemimpinan Pak Jokowi yang memang dinilai berhasil. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintahan pusat dan daerah," ungkap Ace.

Selain itu, terkait dengan pernyataan Muzani soal pengusaha yang enggan membantu Prabowo karena takut tak kebagian jatah proyek pemerintah, Ace juga secara tegas membantah. Para pengusaha, menurutnya, mendukung Jokowi karena iklim ekonomi yang diciptakan capres nomor urut 01 itu membuat nyaman.


"Iklim ekonomi yang diciptakan membuat mereka merasa nyaman untuk berusaha sehingga mereka berkeinginan membantu kemenangan Pak Jokowi dalam Pemilu 2019 ini," sebut jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu.

Partai Gerindra menyebut Pilpres 2019 adalah yang terberat bagi Prabowo Subianto. Gerindra mengatakan sang ketum terasa dikepung di pencapresan kali ini.

'Kepungan' yang dimaksud bersumber dari hasil berbagai lembaga survei, pengarahan kepala daerah untuk mendukung Jokowi. Kemudian para pengusaha yang takut mendukung Prabowo-Sandi.


Saksikan juga video 'Prabowo: Ada yang Minta Saya Pidato Jangan Keras-keras':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed