DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 12:21 WIB

PPP soal Prabowo Dikepung: Dramatisasi dan Halusinasi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PPP soal Prabowo Dikepung: Dramatisasi dan Halusinasi Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Wildan/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra mengklaim Pilpres 2019 menjadi kontestasi pemilu terberat lantaran merasa capres Prabowo Subianto terkepung. PPP menganggap Gerindra sedang berdrama.

"Klaim Gerindra bahwa Pilpres 2019 Prabowo dikepung merupakan pernyataan dramatis dan tidak mendasar. Secara formal, pencalonan Prabowo-Sandi telah memenuhi persyaratan pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen," kata Waketum PPP Arwani Thomafi dalam keterangannya, Kamis (11/10/2018).

"Artinya, klaim dikeroyok tidak logis dan pernyataan halusinasi," imbuh Arwani.





Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya menyebut salah satu faktor mereka merasa Prabowo dikepung ialah adanya dukungan masif para kepala daerah terhadap calon presiden petahana Joko Widodo.

Bagi Arwani, dukungan sejumlah kepala daerah di Indonesia terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan hal yang lumrah karena memang para kepala daerah tersebut mayoritas berasal dari partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Di sisi lain, calon kepala daerah di kubu Prabowo-Sandi dalam pilkada lalu banyak yang tidak menang. Jika ada, jika ada ya, kepala daerah usungan Gerindra yang tidak mendukung Prabowo, jangan disalahkan Jokowi-nya," jelas Arwani.

Arwani menyebut klaim Prabowo dikepung memiliki motif mencari simpati dari publik. Seperti peribahasa 'ada udang di balik batu', dia menduga ada alasan mengapa isu ini dimunculkan Gerindra.




"Ini bertendensi melodramatik. Klaim ini juga berusaha untuk menutup persoalan lainnya. Masalah hoax Ratna Sarumpaet jelas menjadi masalah serius di koalisi Prabowo-Sandi. Saya kira publik makin cerdas dalam melihat klaim-klaim tersebut," ujar Arwani.

Partai Gerindra menyebut Pilpres 2019 merupakan yang terberat bagi Prabowo Subianto. Gerindra mengatakan sang ketum terasa dikepung di pencapresan kali ini.

"Kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau (Prabowo) menjadi calon presiden. Jadi kami merasa bahwa Prabowo saat ini dikepung," kata Muzani di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10).


Simak Juga 'Prabowo: Ada yang Minta Saya Pidato Jangan Keras-keras':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed