DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 10:24 WIB

Beberkan Hitung-hitungan BBM Naik, Hanura Kritik Balik Kubu Prabowo

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Beberkan Hitung-hitungan BBM Naik, Hanura Kritik Balik Kubu Prabowo Inas Nasrullah (tengah) bersama Jokowi. Foto: dok. pribadi
Jakarta - Kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Partai Hanura yang merupakan pendukung Presiden petahana Joko Widodo, menyerang balik lawan politiknya.

"Jubir Prabowo-Sandi ngoceh kalau harga Pertamax nggak berpihak kepada masyarakat, apalagi Fadli Zon bilang naik-nya tinggi sekali, apa bener tuh? Atau hanya kumur-kumur doang?" ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir dalam keterangannya, Kamis (11/10/2018).


Fadli yang merupakan Waketum Partai Gerindra mengkritik kenaikan harga Pertamax dengan mengubah lirik lagu 'Naik-naik ke Puncak Gunung'. Lirik tersebut diubah dengan menyebut harga BBM naik tinggi sekali.

Inas memandang kritik Fadli lebih seperti orang yang tak paham dengan mekanisme kenaikan harga BBM. Inas punya penjelasannya.

"Jubir Prabowo-Sandi dan Fadli kagak paham tuh kalau Pertamina dalam menghitung harga BBM berdasarkan rata-rata 3 bulan terakhir dan rata-rata harga MOPS (Mean of Platts Singapore atau penilaian produk untuk trading minyak di kawasan Asia) Mogas 92/Pertamax pada periode Agustus 2018-Oktober 2018 sebesar USD 88,67 per barel," katanya.

"Kalau rata-rata kurs Dolar Agustus 2018-Oktober 2018 Rp 14.800, maka rata-rata harga pokok Pertamax di bulan Oktober 2018 adalah 88,67 dikali Rp 14,800/159 = Rp 8.254," ucap Inas.


Selain itu, lanjut Inas, ada PPN 10% dan PBBKB (pajak penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor) 5% dari harga pokok tersebut sehingga diperoleh angka Rp 1.238 serta biaya distribusi plus penyimpanan adalah Rp 830 per liter.

Harga Pertamax yang kini mencapai Rp 10.400 jika merujuk hitung-hitungan di atas, kata Inas, sudah sesuai. Inas pun tak mengerti mengapa kubu Prabowo-Sandi terus-menerus mengkritik kenaikan Pertamax.

"Tapi ini belum termasuk margin Pertamina loh! Jadi naiknya Pertamax menjadi Rp 10.400 adalah wajar dong? Mosok demi pencitraan lalu tim Prabowo-Sandi mau bikin Pertamina bangkrut? Edan tenan!" katanya.


Ketua Fraksi Hanura DPR itu meminta kubu Prabowo-Sandi tak muluk-muluk berpikir bisa memimpin negara jika tak mengerti perkembangan ekonomi dunia.

"Jadi, jangan ketinggian menghayal pengin jadi Presiden kalau perkembangan ekonomi dunia aja nggak tau," kritik Inas.

PT Pertamina (Persero) kemarin (Rabu 10 Oktober) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax menjadi Rp 10.400. Fadli Zon lalu menyindir pemerintah atas kebijakan itu. Jubir Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid bahkan menilai pemerintah punya masalah ekonomi.

"Jadi ini mungkin kita merasakan semua, ya. Artinya berbagai problem yang kita hadapi sekarang, seperti kenaikan dolar, lalu juga Premium dan sebagainya itu, memberikan pesan bahwa kita memiliki masalah ekonomi saat ini," kata Gamal di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).


Simak Juga 'BUMN Tak Tahu Rencana Kenaikan Harga Premium':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed