DetikNews
Sabtu 06 Oktober 2018, 23:33 WIB

Gaduh di Pengusian Korban Gempa, Ibu-ibu Ingin Adopsi Anak

Ibnu Munsir - detikNews
Gaduh di Pengusian Korban Gempa, Ibu-ibu Ingin Adopsi Anak Foto ilustrasi: Suasana pasca-gempa di Sulawesi Tengah (Pradita Utama/detikcom)
Makassar - Ratusan warga di Makassar, Sulawesi Selatan memenuhi tempat penampungan anak korban gempa dan tsunami, Palu, di Yayasan Panrita Mamminasata, Antang, Makassar. Ibu-ibu ini tergerak mengadopsi anak korban Palu karena membaca informasi media sosial, jika 100 anak korban Palu bisa diadopsi.

Padahal informasi tersebut merupakan kabar hoax yang disebar secara berantai dan membuat gaduh penampungan di Makassar.

"Iya, di HP dapat info, mau sekali. Kasihan karena memang tidak ada (orang tua) anaknya. Kalau memang betul ada, dia memang besar hatinya mau. Tapi benar kecewa kami, kecewa betul," kata seorang warga, Rosmini, ditemui di penampungan anak, Sabtu (6/9/2018).


Sementara itu, Ketua Yayasan Panrita Mamminasata, Makassar, Ahmad Hidayat mengatakan informasi terkait anak korban gempa dan tsunami Palu bisa diadopsi merupakan informasi tidak benar atau hoax. Dia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi itu.

"Ini kan sudah banyak beredar di medsos disini ada 100 anak, ada beberapa masuk pemberitaan. Saya tegaskan bahwa yayasan ini tidak ada sama sekali adopsinya. Jangankan seratus anak, ada 3 bayi, semua ada orang tuanya, dan sudah kemarin diklarifikasi polisi," kata Ahmad Hidayat.

Ahmad Hidayat sangat menyayangkan informasi hoax tersebut beredar di masyarakat. Informasi tersebut membuat gaduh pengungsian para korban lantaran naik hingga mencari anak yang akan diadopsi.


"Iya sempat buat gaduh sampai naik ke atas mana yang mau di adopsi. Walaupun tadi sudah ada pasang pengumuman di luar tetap paksa sampai di sini pun ruang panitia, naiki ke atas percaya begitu. Ya begitulah namanya juga masyarakat yang tidak bisa ditahan mau cari anak," jelasnya.

Kini pihak pengungsian korban gempa dan tsunami Palu telah memasang informasi di papan pengumuman. Isinya, kabar adopsi anak dari korban gempa Palu merupakan hoax.



Simak video Balaroa Terkini, Proses Evakuasi dan Tidak Bisa Dihuni Lagi

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed