DetikNews
Jumat 05 Oktober 2018, 18:42 WIB

Menengok Pengungsi yang Bertahan Hidup di Masjid Agung Palu

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Menengok Pengungsi yang Bertahan Hidup di Masjid Agung Palu Pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat di halaman Masjid Agung Darussalam, Palu/Foto: Bil Wahid-detikcom
Palu - Halaman Masjid Agung Darussalam, Palu, Sulteng, kini menjadi tempat pengungsian warga. Pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat berlindung.

Mereka sudah menempati lokasi itu sejak gempa dan tsunami memporak-porandakan Palu dan wilayah sekitarnya pada Jumat (28/9). Pengungsi kini bertahan hidup dengan bantuan yang disalurkan.

"Alhamdulillah sudah dapat bantuan, beras sudah cukup, sudah dikasih terpal juga," kata salah seorang pengungsi, Ayu saat ditemui di halaman Masjid Agung Darussalam, Jumat (5/10/2018).




Rata-rata pengungsi di sini tinggal satu tenda dengan keluarga besar mereka. tak banyak aktivitas yang dilakukan. Siang hari mereka nampak sibuk menyiapkan makan.

Beberapa pengungsi membawa alat masak milik mereka ke tenda pengungsian. Barang-barang tersebut diselamatkan dari reruntuhan rumah mereka.

Selain memasak nasi untuk makan, pengungsi di lokasi ini juga mengolah makanan lainnya. Salah satunya membuat pisang goreng di waktu senggang.

"Pisang ini kita bawa dari rumah. Bawa ke sini untuk makan sama-sama," ujarnya.


Pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat di halaman Masjid Agung Darussalam, PaluPengungsi mendirikan tenda-tenda darurat di halaman Masjid Agung Darussalam, Palu Foto: Bil Wahid-detikcom






Namun beberapa pengungsi masih kekurangan bantuan terutama beras. Mereka harus membeli bahan makan dengan harga lebih mahal di pasar.

"kalau beras tetap, kalau gas saya beli Rp 50 ribu. Padahal gas yang kecil itu. Normalnya Rp 18 ribu. Air minum saja naik, kemarin ini saya saya dapat ada baku rampas (berebutan-red). Saya tanya harga satu dus sekarang Rp 18 ribu," kata dia.


Pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat di halaman Masjid Agung Darussalam, PaluPengungsi mendirikan tenda-tenda darurat di halaman Masjid Agung Darussalam, Palu Foto: Bil Wahid-detikcom


Kondisi serupa juga dialami Rusman, dia merasa kesulitan karena mendapat terakhir mendapatkan bantuan beras 2 hari yang lalu dan sudah hampir habis.

"Orang susah tambah susah. Jangankan orang susah, orang pengungsi dikasih mahal lagi," ujarnya.
(abw/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed