DetikNews
Kamis 04 Oktober 2018, 20:05 WIB

Tapal Batas

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?

Danu Damarjati - detikNews
Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya? Nobi, anak tapal batas Skouw membawa buah pinang. (Muhammad Ridho/detikcom)
Kota Jayapura - Mari menyirih pinang ala Papua! Namun sebelum memulai, alangkah baiknya cari tahu dulu dampak kesehatan dari menyirih pinang. Menyehatkan atau berbahaya ya?

Di lantai PLBN (Pos Lintas Batas) Terpadu Skouw, mudah dijumpai bercak noda merah. Ini bukan darah, namun air sisa sirih pinang yang keluar lewat mulut orang-orang yang mengunyahnya.

Di dekat gerbang perbatasan Indonesia-Papua Nugini, terdapat mama-mama penjual pinang yang menjajakan dagangannya.


Melintsi gerbang perbatasan, ada zona netral yang menghadap pintu gerbang pos perbatasan Wutung (Wutung Border-West Sepik Province) milik Papua Nugini. Di sini ada peringatan terkait sirih pinang.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Papan peringatan di Pos Wutung Papua Nugini, dilarang menyirih pinang. (Danu Damarjati/detikcom)

"Menjual sirih pinang dilarang di perbatasan ini. Mengunyah sirih pinang dilarang di area perbatasan ini," demikian bunyi peringatan dalam Bahasa Inggris yang diterbitkan Otoritas Pembangunan Perbatasan Papua Nugini.

Ternyata kebiasaan menyirih pinang ini merupakan kebiasaan lintas negara. Bahkan bukan hanya di kawasan perbatasan RI-PNG ini saja, kebiasaan menyirih pinang ada pula di Taiwan, Thailand, Jawa, Nusa Tenggara Barat, India, Pakistan, dan banyak tempat di dunia.

Menyirih Pinang Ala Papua

Tapal Batas detikcom berkunjung ke rumah keluarga Abner (55), di Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (7/9/2018). Ada istri dan dua orang anaknya yang ikut menemui kami

Mereka punya kebun pinang di samping rumah. Dua anak Abner yakni Nobi (10) dan Deki (9) ada di dekat pohon pinang. Deki memanjat pohon pinang itu dengan cekatan, Nobi menunggu di bawah.


Sesampainya di atas, Deki memetik beberapa buah pinang berwarna hijau dan menjatuhkan buah itu ke Nobi yang sudah menengadahkan tangan.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Deki menyirih pinang. (Danu Damarjati/detikcom)

Nobi dan Deki lantas mengajari kami bagaimana orang Papua biasa menikmati pinang. Dia ambil setoples kecil bubuk putih, ini adalah kapur yang dibuat dari kulit kerang (mereka menyebutnya 'bia') yang telah dihancurkan.

Ada pula di tangan Deki, batang-batang hijau seukuran kelingking, permukaannya memiliki banyak tonjolan sehingga membentuk tekstur kasar. Batang hijau itu adalah buah sirih.

Lengkap sudah, ada pinang yang baru saja dipetik, sirih, dan kapur. Mulailah Deki mengajari kami cara membuka pinang. "Gigit saja," kata Deki.


Di dalamnya terlihat buah yang putih bersih dan agak berair. Namun orang-orang terkadang juga mengunyah kulitnya sekalian, bukan hanya isi buahnya.

Ridho, pemuda dari Jakarta yang merasakan buah pinang, tiba-tiba terlihat cemberut dan mengernyitkan dahi. "Sepet," kata Ridho.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Ridho mencicipi buah pinang. (Danu Damarjati/detikcom)

Lain halnya dengan Deki dan Nobi, anak-anak ini begitu rileks membuka kulit pinang dan mengunyahnya.

Langkah kedua, cocolkan buah sirih ke kapur, masukkan ke mulut, kunyahlah buah sirih berkapur itu bersama dengan pinang.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Buah pinang hendak dikupas. (Danu Damarjati/detikcom)

Saya mencoba merasakannya. Kombinasi ketiga anasir ini membentuk rasa sepat bak pisang mentah, sekaligus pedas. Jelas sudah, menyirih pinang rasanya adalah sepat-pedas.

"Sirih ini kadang-kadang ada yang pedas tapi ada yang tidak. Kapur ini biar cepat merah," kata Nobi.

Mulut Deki dan Nobi sudah berwarna merah. Dia masih lanjut mengunyah itu, sampai sirih pinang itu hancur dan berubah menjadi tawar. Ludah yang dikeluarkan berwarna seperti darah.

"Ini bikin gigi kuat, bikin gusi kuat, obat cacing," kata Abner yang juga menyirih pinang, menyebutkan khasiat yang dipercaya terkandung dalam sirih pinang.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Bagian dalam buah pinang. (Danu Damarjati/detikcom)

Sirih pinang dipercaya membuat gigi dan gusi kuat. Namun sejak beberapa hari di sini, kami menjumpai juga orang-orang yang menyirih pinang namun giginya rusak dan renggang.

"Ya itu karena lanjut usia to," kata Abner, santai sambil tertawa.

Biji pinang ini, kata Abner, juga bisa digunakan untuk menulis di dinding kayu dan tembok. Bila cairan dari pinang sudah menempel di permukaan, bekas cairan itu bakal sulit dihilangkan. "Lebih kuat dari cat," ujar Abner.

Bikin kanker atau cegah kanker?

Alcohol and Drug Foundation (ADF) Australia menyatakan efek sirih pinang terhadap kesehatan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung berat badan dan kondisi tubuh, juga dosis penggunaannya.

Orang yang mengonsumsi sirih pinang mengaku merasakan euforia ringan dan nyaman, menjadi lebih waspada, jantung berdegup lebih cepat, tekanan darah meningkat, wajah memerah dan merasa hangat, serta berkeringat.

Bagi orang yang baru pertama kali mencoba sirih pinang biasa merasakan tremor, pusing, sakit perut, muntah, bahkan psikosis (gangguan kejiwaan).


Untuk efek jangka panjang, ADF Australia menyebut sirih pinang mengakibatkan perubahan warga gigi dan gusi menjadi cokelat kemerahan, menyebabkan luka pada gusi dan mulut, mengakibatkan kanker atau fibrosa (pembentukan jaringan ikat yang berlebihan) pada submukosa (ini gejala awal kanker), maag, penyakit jantung, dan kecanduan. ADF juga menyertakan dampak ini: finansial, pekerjaan, dan masalah sosial.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Buah sirih dan kapur dari kulit kerang. (Danu Damarjati/detikcom)

Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan biji buah pinang mengandung alkaloid seperti arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine, dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tanin terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah, lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam.

Ada pula kandungan proantosianidin. Kandungan ini punya efek antibakteri, antivirus, antikarsinogenik (anti-penyebab kanker), antiinflamasi, antialergi, dan vasodilatasi.

Disebutkan CCRC UGM, tanaman pinang berpotensi antikanker karena memiliki efek antioksidan dan antimutagenik. Biji buah pinang berpotensi dikembangkan sebagai agen sitotoksik (pencegah pembelahan sel) yang dapat dikombinasi dengan agen kemoterapi sehingga mampu meningkatkan sensitivitas sel kanker.

Menyirih Pinang Ala Papua, Sehat atau Berbahaya?Pohon-pohon pinang (Muhammad Ridho/detikcom)

BBC lewat berita 'Rahasia mematikan Asia: Kutukan Sirih Pinang' pada 22 Maret 2015 menyebut penyirih pinang berisiko tinggi mengidap kander rongga mulut setelah beberapa dekade mengonsumsi. Kapur yang melengkapi sirih pinang dipandang sebagai bahan pembuat abrasi di mulut yang menjadi pintu masuk kanker.

Di Taiwan, negara yang juga punya tradisi menyirih pinang, disebut punya angka kematian tinggi akibat kanker rongga mulut. Taiwan menempati ranking tiga dunia dalam hal kanker mulut itu.

Simak terus berita-berita dari kawasan terdepan Indonesia di Tapal Batas detikcom.

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed