DetikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 21:19 WIB

Sandiwara Ratna: Konferensi Asing hingga Pemukulan di Bandung

Kanavino Ahmad Rizqo, Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sandiwara Ratna: Konferensi Asing hingga Pemukulan di Bandung Ratna Sarumpaet (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Ratna Sarumpaet
Jakarta - Pada akhirnya Ratna Sarumpaet membuka tabir soal kabar penganiayaan yang dialaminya. Ratna mengungkapkan kabar penganiayaan tersebut sebagai kebohongan yang dibuatnya.

Sandiwara Ratna berawal dari peristiwa penganiayaan yang terjadi di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (21/9) lalu. Ratna mengaku dianiaya tiga pria tak dikenal di sana.

Cerita ini diungkapkan Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang yang mengutip cerita Ratna kepada Prabowo. Dalam cerita itu disebutkan, sebelum terjadi penganiayaan, Ratna mengikuti acara konferensi yang melibatkan warga negara asing (WNA) sebagai peserta di sebuah hotel di Bandung.


Masih menurut cerita yang belakangan dipastikan fiksi itu, Ratna lalu naik taksi bersama peserta konferensi dari Sri Lanka dan Malaysia. Dalam perjalanan menuju bandara, Ratna mengaku dianiaya setelah kedua WNA itu turun dari taksi.

"Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh tiga orang dan diinjak perutnya," ungkap Nanik dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10/2018).

Nanik menyebut Ratna kembali dibawa ke taksi setelah dipukul dan diturunkan di daerah Cimahi. Akibat dilempar ke aspal, Ratna mengalami robek di bagian kepalanya.


"Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi, Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi," sebut Nanik.

Setelah itu, Ratna disebut dalam cerita itu, mencari kendaraan dan pergi menuju rumah sakit. Namun Nanik tidak mengungkap kendaraan apa yang dimaksud dan rumah sakit mana yang dituju Ratna. Menurutnya, Ratna juga sempat menelepon dokter bedah yang merupakan temannya dan langsung ditangani.

Hanya, dokter yang disebut tidak diketahui namanya. Setelah ditangani, Ratna langsung pulang ke Jakarta tanpa dirawat.


"Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo," ujar Nanik.

Cerita penganiayaan ini baru mencuat ke publik karena Ratna disebut mengalami trauma. Ratna juga disebut mendapatkan ancaman yang memintanya untuk tak mengungkap cerita penganiayaan ini.

Polisi kemudian menelusuri cerita ini. polisi juga menelusuri 23 rumah sakit yang ada di Jabar. Hasilnya, tak ada nama Ratna dalam daftar nama pasien.


Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Polisi menanyai dugaan penganiayaan terhadap Ratna yang terjadi di sekitar bandara kepada sopir taksi, petugas aviation security, sopir rental, porter, hingga tukang parkir. Namun tak ada yang mengetahui peristiwa pengeroyokan terhadap Ratna.

Hingga kemudian polisi mendapatkan bukti keberadaan Ratna di RS Khusus Bedah Bina Estetika lewat CCTV. Menurut polisi, Ratna dirawat di ruang B.1 Lantai 3 selama berada di RS Khusus Bedah Bina Estetika.

Polisi menyatakan jurkamnas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu diketahui memang mendatangi di rumah sakit, tapi bukan karena adanya laporan penganiayaan.


"Bahwa benar Ratna Sarumpaet dirawat pada 21-24 September 2018 di RS Khusus Bedah Bina Estetika," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Ratna kemudian angkat suara. Dia menceritakan awal mula dia berbohong masalah dianiaya sekelompok pria di Bandung, Jawa Barat. Kebohongan bermula ketika dia baru saja selesai menjalani operasi wajah di sebuah RS di kawasan Menteng, Jakpus.

"Setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, pada tanggal 22-nya saya melihat muka saya lebam-lebam secara berlebihan, tidak seperti biasanya. Saya tanya ke dokter Sidik, 'Ini kenapa?' 'Itu biasa,' katanya," kata Ratna dalam jumpa pers di Jl Kampung Melayu Kecil V/24, Bukit Duri, Jakarta Selatan, sore tadi.


Saat pulang ke rumah, Ratna mengaku ditanya anaknya soal wajahnya yang lebam. Di situlah kebohongan bermula.

"Itu hanya cerita khayalan yang diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu," tuturnya.

Lantas akan ke mana sandiwara Ratna ini berlanjut?
(jbr/fjp)
FOKUS BERITA: Sidang Ratna Sarumpaet
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed