DetikNews
Selasa 02 Oktober 2018, 19:09 WIB

Tapal Batas

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua Nugini

Danu Damarjati - detikNews
Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua Nugini Suasana di Pos Wutung, PNG-RI (Danu Damarjati/detikcom)
Wutung - Ini bukan lagi Papua Indonesia. Ini adalah teritori Papua Nugini. Meski begitu, orang-orang Indonesia bisa bebas datang dan melihat Pantai Sulaiman.

Orang-orang Indonesia yang mengunjungi Pos Lintas Batas (PLBN) Terpadu Skouw, Muara Tami, Kota Jayapura, tak hanya bisa foto selfie di PLBN. Mereka juga biasa melintasi garis batas Republik Indonesia-Papua Nugini.

Pada Kamis (6/9/2018) siang, matahari bersinar cukup cerah. Hari ini lebih banyak orang-orang Papua Nugini yang menyeberang ke Indonesia ketimbang orang Indonesia yang menyeberang ke Papua Nugini.


Soalnya ini adalah hari pasar di Pasar Skouw, Muara Tami, Kota Jayapura, Indonesia. Biasanya, orang-orang Papua Nugini menyeberang ke Indonesia di hari pasar untuk berbelanja kebutuhan.

Namun orang-orang Indonesia biasanya datang ke sini pada akhir pekan atau tanggal merah. Tak terlalu banyak wisatawan Indonesia siang hari ini, kecuali kami yang datang dari Jakarta dan baru saja menempuh perjalanan dari Kota Jayapura selama dua jam.

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua NuginiAktivitas di hari pasar kawasan Skouw, warga Papua Nugini menyeberang ke RI (Muhammad Ridho/detikcom)

Orang-orang yang kami temui di PLBN menyarankan kami agar sekalian saja menyeberang ke Papua Nugini. Mereka meyakinkan kami agar tak perlu risau soal paspor dan visa. Kalau hanya menyeberang sebatas pasar di sebelah saja, tak perlu visa dan paspor. Lain cerita bila ingin sampai ke kota Vanimo Papua Nugini sekitar 60 km jauhnya dari perbatasan ini, tentu butuh visa dan paspor.

"Kalau Sabtu Minggu, banyak pengunjung (orang Indonesia) ke sini, pada main ke sebelah (Papua Nugini)," kata pelaksana pemeriksa imigrasi di PLBN Skouw, Feri Wahyu.


Kami melangkah ke gerbang perbatasan. Terlihat dari arah Papua Nugini, dua personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG berseragam loreng berjaga-jaga. Di depannya, ada pintu gerbang terbuka menyisakan ruang 1,5 meter yang lebih banyak digunakan untuk masuknya orang Papua Nugini ke Indonesia ketimbang masuknya orang Indonesia ke Papua Nugini.

Pintu perbatasan dibuka tiap pukul 08.00 WIT dan ditutup pukul 16.00 WIT. Pak tentara mempersilakan kami melintas, kami melangkah ke zona netral, dilanjut dengan melangkah di atas teritori Papua Nugini.

Kami disambut gerbang Wutung Border-West Sepik Province, Papua Nugini. Gerbang ini tak digunakan, dan orang-orang diarahkan untuk belok kanan melewati pos pemeriksaan, meski ternyata kami tak diperiksa petugas Papua Nugini juga, alias bisa melenggang tanpa hambatan.

Di gerbang ini tertulis ucapan selamat datang dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Tok Pisin (Bahasa Inggris kreol versi Papua Nugini atau Pijin-English). "Welcome to Papua New Guinea" dan "Welkam Long Papua Niugini", "Jesus Christ is Lord Over this Land".

Bila dicermati, ternyata penamaan Papua Nugini juga tidak sama antara bahasa satu dengan yang lainnya. Ada nama "Papua New Guinea" dalam Bahasa Inggris, dan "Papua Niugini" dalam Bahasa Pijin. Sedangkan orang Indonesia biasanya menyebut negara ini dengan "Papua Nugini". Namun kebanyakan warga di sini menyebut sebagai "PNG".

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua NuginiSuasana di Pos Wutung, PNG-RI (Danu Damarjati/detikcom)

Memang ada eksonim dan endomim dalam penamaan suatu kota atau bahkan nama orang. Misalnya, negara Jerman memang disebut sebagai Germany oleh orang Inggris, namun orang Jerman sendiri menyebut negara mereka Deutschland, ada Java dan Jawa, Japan dan Nippon, Monas dan National Monument, dan lain sebagainya.


Kami lanjut melangkah melalui penjual kaus corak bendera Papua Nugini yang dihargai Rp 150 ribu. Di pojokan, sebuah minibus terparkir memuat barang-barang dagangan dari Indonesia macam mi instan, air mineral, dan minuman soda.

Sekitar 100 meter berjalan, ada papan nama sederhana yang terbuat dari kayu. Di sampingnya ada seorang ibu berjualan sosis domba.

Papan mama itu bunyinya, "Wajib, masuk foto, per orang bayar Rp 10.000... yepmum!!!"

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua NuginiMama Clara penjaga spot foto wisata. (Danu Damarjati/detikcom)

Mama penjual sosis domba itu memang menjaga lokasi dengan menarik ongkos bagi tiap orang Indonesia yang masuk dan berfoto. Jelas, konsumen mama penjual sosis ini kebanyakan orang Indonesia, karena papan keterangan itu tertulis dalam Bahasa Indonesia.

"Everyday from Indonesia come here (Setiap hari selalu ada orang Indonesia ke sini)," kata mama penjual sosis dan penjaga spot foto itu, namanya adalah Mama Clara.

Memangnya spot foto apa yang ada di balik warung sosis domba bakar Mama Clara? "Solomon Beach, Wutung," jawab dia.

Solomon Beach? Oh, jadi di balik warung sosis ini ada spot foto yang menghadap ke pantai. Nama pantainya adalah Solomon Beach, atau bisa diterjemahkan sebagai eksonim yakni Pantai Sulaiman.

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua NuginiSolomon Beach, Wutung, Papua Nugini (Danu Damarjati/detikcom)

Tinggal jalan saja ke belakang warung ini, permukaannya berupa batu karang sehingga perlu sedikit berhati-hati. Di depan ada jurang tinggi sekali, sampai-sampai perkampungan dan lapangan bola di kejauhan nampak sangat kecil.

Semuanya terlihat jelas dari sini. Bangunan-bangunan di Wutung terkonsentrasi di dekat pantai. Ada jalan aspal menjalar sampai tak terlihat. Pemandangan daratan didominasi oleh pepohonan rapat menghijau.


Terlihatlah Pantai Sulaiman atau Solomon Beach. Dari kejauhan, pasir pantainya berwarna terang. Airnya biru muda, merupakan air Samudera Pasifik. Di kejauhan ada bukit yang menjadi akhir dari Pantai Sulaiman.

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua NuginiAda tumpukan sampah di spot foto ke arah Solomon Beach ini. (Danu Damarjati/detikcom)

Kami tidak bisa turun ke bawah karena perlu perjalanan yang lumayan jauh. Mama Clara mewanti-wanti, ada tentara yang berjaga di bawah. Bila hendak pergi jauh, maka perlu paspor dan visa.

Spot foto ini menyediakan bangku-bangku kayu untuk beristirahat menikmati pemandangan Pantai Sulaiman yang gagah di seberang sana. Sayangnya, ada tumpukan-tumpukan sampah di lokasi ini. Kemasan minuman hingga bungkus makanan dikumpulkan di pojok bangku, ada pula yang terserak.

Pantai Sulaiman Ada di Tapal Batas Papua NuginiFoto: Spot foto Solomon Beach, Wutung, Papua Nugini (Danu Damarjati/detikcom)

Pengunjung perlu berhati-hati saat foto di sini. Untuk mendapatkan pemandangan Pantai Sulaiman lengkap dengan pemandangan daratan, maka orang yang difoto cenderung mendekat ke arah jurang. Bila tidak hati-hati, cara berfoto seperti ini bisa berbahaya karena jurang di depan sangatlah tinggi.

Simak terus kabar-kabar terkait kawasan terdepan Indonesia di Tapal Batas detikcom.


(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed