detikNews
Selasa 02 Oktober 2018, 13:13 WIB

Mardani Tuding Penganiayaan Ratna Sarumpaet Upaya Pembungkaman

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Mardani Tuding Penganiayaan Ratna Sarumpaet Upaya Pembungkaman Ratna Sarumpaet (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP PKS sekaligus deklarator gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera, menilai aksi penganiayaan yang disebut terjadi terhadap Ratna Sarumpaet merupakan sebuah bencana dan tragedi. Menurutnya, aksi penganiayaan itu merupakan upaya pembungkaman terhadap Ratna.

"Ini upaya untuk membungkam Ratna Sarumpaet," ujar Mardani di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu juga curiga aksi penganiayaan yang disebut terjadi terhadap Ratna itu juga berkaitan dengan aksi deklarasi gerakan tagar 2019 ganti presiden yang selama ini digaungkan Ratna dan sejumlah aktivis lainnya. Mengingat, Ratna juga beberapa kali telah mengalami persekusi.


"Nah, motif detailnya saya harap kepolisian bisa membuktikan motifnya," katanya.

Mardani enggan secara tegas menunjuk siapa yang berupaya membungkam Ratna.

"Saya tidak ingin mengkaitkan dengan rezim. Nanti akan sangat politis walaupun saya politisi, tetapi gaya ini hampir kayak gaya PKI," kata Mardani.

Mardani pun mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas tindak penganiayaan ini. Sebab, menurutnya, tindakan ini merupakan ujian bagi profesionalisme dan integritas aparat kepolisian.

"Karena Mbak Ratna dalam posisi berseberangan dengan pemerintah, Mbak Ratna dalam posisi yang sangat vokal dan kejadian ini sevokal apa pun tidak dibenarkan, ini adalah tragedi dan ini adalah sesuatu yg harus dilawan bagi yang cinta negeri ini," ujarnya.


Tindak penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet tersebut dibenarkan oleh Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan ACTA.

Koordinator jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan peristiwa penganiayaan itu terjadi di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 21 September lalu. Kepada timses Prabowo-Sandi, Ratna mengaku dianiaya sekelompok orang tak dikenal.

Pagi tadi detikcom juga telah meminta konfirmasi kepada Ratna mengenai kabar penganiayaan ini. Wanita di ujung telepon dari nomor seluler Ratna menjawab 'tidak' untuk setiap pertanyaan yang diajukan.


Simak Juga 'Ratna Sarumpaet Bicara Panjang Lebar Isu Duit Raja Rp 23 T':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com