DetikNews
Selasa 02 Oktober 2018, 06:02 WIB

Tapal Batas

Menyapa hingga Nyatakan Cinta dalam Bahasa Skouw

Danu Damarjati - detikNews
Menyapa hingga Nyatakan Cinta dalam Bahasa Skouw Ilustrasi: Salah satu sudut di PLBN Skouw (Danu Damarjati/detikcom)
Kota Jayapura - Di tapal batas, ada Bahasa Skouw yang terancam punah. Saat detikcom mengunjungi lokasi, kami memetik sejumput pelajaran tentang bagaimana orang Skouw menyapa, berterima kasih, dan menyatakan cinta.

Tapal Batas detikcom mengunjungi Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (6/9/2018). Seperti apa bahasa yang dituturkan masyarakat di perbatasan Indonesia-Papua Nugini ini?

"Memang sulit Bahasa ini. Sulit sekali sebutannya itu, aduh, kadang orang mau belajar Bahasa Skouw itu agak sulit," kata Ondoafi Skouw Mabo, Yans Mahil Mallo (60) di rumahnya, di dekat pantai.


Bagaimana orang Skouw menyatakan cinta pada bahasanya sendiri?

"Ni pungli pilang nine," jawab Yans.

"Ni" berarti "saya", "pungli" dengan huruf 'ng' dibaca sengau bermakna "hati/mau/cinta", "pilang" berarti "bahasa", dan "nine" berarti "kepunyaan (saya)".


Lalu bagaimana kalimat orang Skouw mengungkapkan cintanya untuk sang pujaan hati? Begini ceritanya.

"Me ni pungli," kata Yans.

"Me" artinya "kamu", "ni" artinya "saya", dan "pungli" artinya "cinta". Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia secara langsung berarti "kau saya suka".

Menyapa hingga Nyatakan Cinta dalam Bahasa SkouwSamudera Pasifik yang menghampar di utara pantai Skou Mabo. (Danu Damarjati/detikcom)



Guru honorer di SD Negeri Inpres Skouw Mabo, Ribka Rolo (40), sering mengajari sapaan dalam Bahasa Skouw kepada murid-muridnya. Ini agar generasi muda tidak sepenuhnya lupa dengan bahasa nenek moyangnya. Dia mengajari kalimat sapaan seperti ini.

Fetanghapa hefeng, Ani: selamat pagi, Bu
Fetanghapa hefeng, Ai: selamat pagi, Pak

Kalimat sapaan itu biasa diucapkan murid kepada gurunya. Ada pula warga bernama Holiap T Palora (57) yang mengajari kalimat sapaan "rang hefeng" bermakna "selamat siang", juga "rangpang hefeng" berarti "selamat malam". Semua huruf 'ng' di sini terdengar sengau.

Menyapa hingga Nyatakan Cinta dalam Bahasa SkouwAnak-anak Skouw yang bersekolah di SD Negeri Inpres Skouw Mabo. (Danu Damarjati/detikcom)

Kebetulan Holiap sedang menikmati sirih pinang. Dia menawarkan saya untuk menyirih pinang dengan kalimat "mepe fa memama." Artinya "sini dulu lah makan pinang", meskipun kalau langsung diartikan ke Bahasa Indonesia artinya bisa "datanglah pinang makan".

Mama Set (48) di pasar kampung juga memberi pengertian bahwa banyak homonim dalam Bahasa Skouw. Misalnya "tang" bisa bermakna "burung", "perahu", atau "mobil". Lalu bagaimana membedakannya?

"Kalau kita orang asli bisa mengerti, oh ini disebut untuk benda ini. Kalau orang luar, mereka bakal kurang paham. Ini ada nadanya," kata Mama Set.


Dalam Bahasa Skouw, sebagaimana ditulis Mark Donohue dari University of Sydney, ada pula perbedaan gender untuk menyebut kata ganti orang ketiga. Kata "dia" dibagi menjadi "dia (non-feminim)" dan "dia (feminim)", yakni "ke (non-feminim)" dan "pe (feminim)". Ada pula kata kerja untuk orang ketiga yang dibedakan dua: non-feminin dan feminin.

Menyapa hingga Nyatakan Cinta dalam Bahasa SkouwMari utamakan Bahasa Indonesia, mari lestarikan Bahasa Daerah. Ini adalah imbauan dari Balai Bahasa Provinsi Papua yang terpasang di sudut Distrik Muara Tami. (Danu Damarjati/detikcom)


Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang Skouw yang telah bersedia mengajari sedikit bahasanya. Oh ya, bagaimana mengucapkan "terima kasih banyak" dalam bahasa Skouw?

"Ja nawo me pepe"

Simak terus kabar dari beranda terdepan Indonesia di Tapal Batas detikcom.


(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed