DetikNews
Senin 01 Oktober 2018, 16:12 WIB

Kapolri Soal Insiden di Palu: Bukan Penjarahan, Mereka Lapar

Nur Azizah - detikNews
Kapolri Soal Insiden di Palu: Bukan Penjarahan, Mereka Lapar Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi masalah penjarahan yang marak terjadi di lokasi yang terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Kapolri menyebut hal itu terjadi karena masyarakat merasa lapar.

"Bukan penjarahan, mereka itu lapar," ujarnya di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Tito juga menyebut pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan. Ia mengimbau masyarakat tetap mengindahkan hukum yang berlaku.



"Kita akan meningkatkan pengamanan, tapi sebetulnya solusinya bukan kita melakukan kekerasan kepada masyarakat. Tetap kita mengimbau mereka untuk mengindahkan hukum. Tapi persoalan utamanya adalah mereka panik karena takut kekurangan logistik, makanan, BBM," jelasnya.

Menurut Tito, saat ini bantuan, khususnya BBM dan listrik, akan dikirim ke lokasi mulai hari ini. Ia juga menyebut akan ada kapal besar yang membawa daya listrik 400 megawatt yang segera merapat ke Palu. Sementara ini, disebutkan Tito, Dirut PLN juga akan mengirim genset sebanyak-banyaknya untuk menghidupkan listrik secara lokal.



"Kalau kapal ini sudah sampai di Palu, maka listrik tidak akan ada masalah, karena cukup. Di sana dibutuhkan 110 megawatt, sedangkan ini 400 megawatt. Cukup. Tapi kan ada beberapa jaringan yang, listrik ada gardu yang rusak segala macam, ini harus diperbaiki," pungkasnya.



Saksikan juga video 'Apa Benar Tak Ada Penjarahan Pak Presiden?':

[Gambas:Video 20detik]


(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed