DetikNews
Senin 24 September 2018, 08:40 WIB

Duka dan Kecewa Anies-Ridwan Kamil atas Tewasnya Suporter Persija

Haris Fadhil - detikNews
Duka dan Kecewa Anies-Ridwan Kamil atas Tewasnya Suporter Persija Ilustrasi Persija (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan dukacita dan kekecewaan atas tewasnya salah satu suporter Persija, Haringga Sirila. Keduanya meminta polisi mengusut tuntas kasus tewasnya Haringga.

Kasus ini terjadi di sekitar lokasi pertandingan Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jabar, Minggu (23/9/2018). Haringga diduga tewas akibat kekerasan yang dilakukan sekelompok oknum di luar stadion.


Peristiwa tersebut pun menimbulkan dukacita serta kekecewaan dari berbagai pihak. Misalnya Anies, yang mengaku berduka, marah, dan kecewa akibat peristiwa kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Haringga.

"Kabar meninggalnya anak muda selalu menyesakkan. Hari ini jadi hari dukacita yang amat dalam. Marah, duka dan kecewa! Kekerasan itu menyesakkan. #RIPHaringga #JakmaniaBerduka *ABW," tulis Anies dalam akun Twitter-nya, @aniesbaswedan.

"Seorang anak muda, Haringga Sirila, berangkat jauh untuk mendukung kesebelasan kesayangannya @Persija_Jkt justru jadi korban pengeroyokan dan berujung pada kematian. *ABW," sambungnya.






Saksikan juga video 'Persib Menang Tipis 3-2 dari Persija':

[Gambas:Video 20detik]




Dia pun menyampaikan dukacita kepada keluarga korban. Anies mengatakan telah berkomunikasi dengan manajemen Persija dan menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan membantu keperluan terkait pengurusan jenazah.

Anies meminta Jakmania tetap tenang dan menghormati hukum. Dia pun meminta pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa tewasnya Haringga supaya pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kita dukung penyelidikan penuh dan penindakan tegas di jalur hukum. Untuk itu, kami minta seluruh Jakmania tetap tenang, kita tunjukkan kita adalah pendukung yang bermartabat. *ABW," tulis Anies.

"Kita percayakan penyelesaian oleh aparat penegak hukum dan pengadilan terhadap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan tindakannya di muka hukum. *ABW," lanjutnya.




Ridwan Kamil pun mengungkapkan kekecewaan atas peristiwa itu. Dia menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk tindakan biadab.

"Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yg di dapat dgn susah payah," tulis pria yang akrab disapa Emil itu di akun Instagram-nya, @ridwankamil.


"Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiaan, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan2 The Jak Persija," sambungnya.

Emil menyatakan telah meminta polisi mengusut kasus ini. Menurutnya, ada 5 orang yang sudah diamankan pihak kepolisian.

"Saya sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat. Lima tersangka sudah ditangkap dan ditahan di Polrestabes Bandung," ujarnya.

Dia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan fanatisme berlebihan. Emil mengatakan lebih baik tak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia.

"Bagi saya, lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia. Hapunten," pungkasnya.

View this post on Instagram

Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yg di dapat dgn susah payah. ______ Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiaan, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan2 The Jak Persija. _______ Saya sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat. 5 tersangka sudah ditangkap dan ditahan di Polrestabes Bandung. ________ Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan, karena merah putih dan Indonesia Raya kita masih sama. _______ Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia. Hapunten.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on Sep 23, 2018 at 7:14am PDT


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +