DetikNews
Senin 17 September 2018, 19:09 WIB

Cerita Ketua RT di Bekasi Tegur WNA yang Ukur Tanah

Isal Mawardi - detikNews
Cerita Ketua RT di Bekasi Tegur WNA yang Ukur Tanah Karta Sitepu, Ketua RT 07/06 yang menegur WNA saat mengukur tanah (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Ketua RT yang menegur warga negara (WN) China yang sedang mengukur tanah untuk proyek di Bekasi angkat suara soal video yang viral. Pria bernama Karta Sitepu itu ingin menanyakan surat tugas kepada para pekerja proyek yang ada di lokasi.

"Itu yang pengen saya tanyakan. Saya kan pengen tahu juga tamu saya, saya punya tanggung jawab sama warga. Tamu lapor ke saya dan saya bisa menjelaskan ke warga saya. Siapapun yang datang ya harus lah komunikasi dengan RT," kata Karta saat ditemui di lokasi Jalan Kali Malang, RT 07/06, Jati Mulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (17/9/2018).

Karta mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu dia menemui enam orang pekerja proyek yang terdiri dari empat orang WNA dan dua orang WNI.

Karta sempat bertanya kepada salah seorang WNA yang ada. WNA tersebut sempat menjawab 'China'.


"Saya tanya Bapak dari mana? China Taiwan, China Taipei, China Hong Kong? Tapi nggak bisa jawab dia. Mungkin dia nggak ngerti. Padahal saya bahasa Inggris. What's your country? Do you speak english? Nggak tau sama sekali," ujar dia.

Karta sempat terus mencecar nama salah seorang WNA tersebut. WNA tersebut kemudian mengaku bernama Mr Fu.

Lokasi WNA ditemukan mengukur tanah di Jati Mulya, BekasiLokasi WNA ditemukan mengukur tanah di Jati Mulya, Bekasi (Foto: Isal Mawardi/detikcom)
Karta sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kelurahan Jati Mulya. Setelah video tersebut viral, keimigrasian pun datang ke lokasi untuk mengetahui kebenaran video tersebut.

Karta mengatakan dirinya sudah mendapati tiga kali pekerja proyek yang sedang mengukur tanah di daerah rumahnya. Pada kali ketiga ini, dia merasa tidak dihargai karena pekerja proyek tersebut kembali tak izin dahulu.


"Jadi sebenarnya itu udah yang ketiga kalinya. Sebelum-sebelumnya saya nggak mau resek. Pernah saya tanya, ya kayak gitu, (mereka) nggak ngerti bahasa Indonesia, nyelonong-nyelonong aja. Yang kedua kali, pernah 'ini untuk apa?'. Yang ketiga kali ini saya merasa nggak dihargai," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi sudah mengecek lokasi. Polisi belum mengetahui betul proyek apa yang akan dikerjakan di sana.

"Infonya begitu. Masih kita lidik. Kejadiannya kan tanggal 5 September. Anggota masih ngecek di sana, bhabinkamtibmas masih di sana," kata Kapolsek Tambun, Kompol Rahmad Sujatmiko, saat dihubungi, Senin (17/9).

Video tersebut tersebar di medsos dan juga WhatsApp. Dalam video berdurasi 3 menit 18 detik itu tampak ada sekitar 4 orang pekerja proyek yang sedang mengukur tanah. Tidak semua yang ada di dalam video tersebut merupakan WN China. Ada seorang WNI namun dia tak dapat menjelaskan soal proyek yang hendak dibangun.
(jbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed