detikNews
Jumat 14 September 2018, 13:49 WIB

Setya Novanto soal Mau Jual Rumah: Sekarang Kita Susah

Zunita Putri - detikNews
Setya Novanto soal Mau Jual Rumah: Sekarang Kita Susah Koruptor e-KTP Setya Novanto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Koruptor e-KTP Setya Novanto belum melunasi hukuman uang pengganti USD 7,3 juta yang dibebankan kepadanya. Dia pun berencana menjual rumahnya.

"Ya (jual rumah), sekarang kan kita susah," ucap Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Sejak terjerat kasus hukum, Novanto mengaku tidak ada lagi yang mau berkawan dengannya. Pada akhirnya, ketika membutuhkan bantuan seperti saat ini, Novanto harus menjual asetnya.

"Jadi tersangka, semua orang nggak ada yang dekat lagi, ya semua uang yang ditagih juga susah dan salah satu jual aset dan saya akan terus kooperatif untuk bantu," kata Novanto.

Dari data LHKPN yang pernah disetor Novanto ke KPK, ada 16 bidang tanah dan bangunan miliknya yang tersebar di Jakarta, Bogor, hingga Kupang. Rumah yang bakal dijual Novanto, dipastikan pengacara Novanto, Firman Wijaya, adalah yang berada di Jakarta, tapi tidak disebutkan detail rumah yang mana.




Sebelumnya diketahui Novanto memiliki rumah di Jalan Wijaya XIII Nomor 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang terdiri atas 4 lantai di atas lahan seluas 1.600 meter persegi. Selain itu, Novanto diketahui memiliki rumah di Pondok Indah, yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi yang terdiri atas empat kaveling.

Novanto saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin. Dia divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti USD 7,3 juta yang harus dilunasi 1 bulan setelah putusan pada April 2018. Selain itu, hak politiknya dicabut untuk 5 tahun setelah Novanto selesai menjalani masa hukuman.

Dalam perkembangannya, Novanto sudah melunasi denda Rp 500 juta. Sedangkan terkait pembayaran uang pengganti, Novanto pernah menitipkan Rp 5 miliar ke KPK, kemudian mencicil USD 100 ribu, dan ditambah penyitaan KPK pada rekeningnya senilai Rp 1.116.624.197. Namun pembayaran itu masih belum cukup melunasi hukuman uang penggantinya.


Simak Juga 'Yasonna Perintahkan Setnov dan Nazar Tetap di Sel Palsu!':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed