detikNews
Kamis 13 September 2018, 13:07 WIB

KPK: Indikasi Awal, Kerugian Kasus Korupsi Jalan Bengkalis Rp 100 M

Haris Fadhil - detikNews
KPK: Indikasi Awal, Kerugian Kasus Korupsi Jalan Bengkalis Rp 100 M Ilustrasi KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK menyatakan ada indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar dalam kasus dugaan korupsi jalan di Bengkalis, Riau. Angka tersebut berdasarkan penghitungan awal dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kami masih menunggu finalisasi perhitungan kerugian negara dari BPK. Sejauh ini perhitungan awal indikasi kerugian negara lebih dari Rp 100 miliar," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, jika hasil audit sudah selesai, pengembangan perkara hingga soal dugaan adanya pelaku lain bisa dikembangkan. KPK sendiri melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi di Polda Riau hari ini.



"Nanti, jika audit BPK tersebut sudah selesai, proses lebih lanjut di penyidikan ini, termasuk pengembangan pada pelaku lain, akan lebih memungkinkan dilakukan," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan eks Kadis Pekerjaan Umum Bengkalis M Nasir sebagai tersangka proyek pembangunan jalan. Ia disangka memperkaya diri bersama Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobbt Siregar.

Keduanya disangka memperkaya diri sendiri atau korporasi terkait proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015. Saat menetapkan tersangka, KPK mengatakan ada indikasi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar.



Saksikan juga video 'Golkar Sebut KPK Biarkan Kasus Korupsi Terjadi':

[Gambas:Video 20detik]

KPK: Indikasi Awal, Kerugian Kasus Korupsi Jalan Bengkalis Rp 100 M

(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com