detikNews
Selasa 11 September 2018, 19:08 WIB

Cerita PDIP soal Eks Ketum PAN Lawan Obor Rakyat di Pilpres 2014

Arief Ikhsanudin - detikNews
Cerita PDIP soal Eks Ketum PAN Lawan Obor Rakyat di Pilpres 2014 Aria Bima (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menceritakan bagaimana eks Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir melawan tabloid Obor Rakyat. Obor Rakyat menjadi media yang menyudutkan Joko Widodo pada Pilpres 2014.

Hal tersebut diceritakan oleh Direktur Program Tim Kampanye Nasional Aria Bima saat menanggapi isu Soetrisno mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya baru dengar (isu Soetrisno dukung Jokowi), tapi saya tahu persis Pak Soetrisno Bachir sejak Pilpres 2014 bersama saya bertemu beberapa kali di Rumah Cemara. Memang sejak Pilpres 2014 termasuk salah satu tim Pak Jokowi-Jusuf Kalla," ucap Aria di Posko Cemara, Jalan Cemara, Jakarta, Selasa (11/9/2018).


Cara Soetrisno melawan Obor Rakyat, kata Aria, dengan menyebarkan koran tandingan. Soetrisno disebut mengkoordinasi wilayah Brebes sampai Pekalongan.

"Saya ingat persis waktu itu, waktu Obor Rakyat disebar dari Brebes, Tegal, Pekalongan, beliaulah yang mengkoordinasi, mendistribusikan counter Obor Rakyat, koran yang rahmatan lil alamin," kata Aria.

Karena itulah Aria tidak heran jika memang Soetrisno kembali mendukung Jokowi, yang kini berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

"Jadi bukan sesuatu yang baru. Setahu saya, dari dulu tim suksesnya Pak Jokowi, sejak 2014," ucap Aria.

Sebelumnya, Sekretaris Negara Pramono Anung mengatakan Soetrisno mendukung Jokowi. Untuk itu, dia tidak dicopot dari lembaga Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

"Pak Soetrisno Bachir tak ada struktur di PAN. Dan Pak Soetrisno saya mendengar sendiri beliau mendukung Pak Jokowi," ujar Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).
(aik/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com