DetikNews
Kamis 06 September 2018, 17:35 WIB

Kecurigaan Faizal Assegaf soal Redamnya Isu Mahar Rp 500 M

Audrey Santoso - detikNews
Kecurigaan Faizal Assegaf soal Redamnya Isu Mahar Rp 500 M Faizal Assegaf (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Bawaslu telah memutuskan tudingan Sandiaga Uno memberi mahar Rp 500 miliar ke PAN dan PKS tak bisa dibuktikan. Meski demikian, pembahasan mahar tersebut masih bergulir.

Ketua Progress '98 Faizal Assegaf curiga kenapa isu itu berhenti tanpa pembuktian. Dia menilai ada kongkalikong untuk menghentikan penyelidikan terhadap isu tersebut.

"Andi Arief berhenti bicara, Bawaslu tidak bekerja secara sungguh-sungguh, PKS dan PAN tidak mengambil tindakan yang konkret mengadukan (nyanyian) Andi Arief ke kepolisian," kata Faisal dalam diskusi di Kedai Kopi Politik, Jl Pakubuwono VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2018).


Faizal melempar tudingan ada peran SBY di balik diamnya Andi Arief di isu tersebut. Faizal mengaku mendapat informasi soal pertemuan Sandiaga dan Andi Arief.

"Saya ingin menyampaikan bahwa ada temuan bahwa atas perintah Pak SBY kepada Sandiaga Uno untuk menemui Andi Arief satu minggu lalu di sekitaran Menteng, Jakarta Pusat. SBY menyampaikan kepada Sandiaga untuk amankan Andi Arief agar berhenti bicara," kata Faizal.

Faizal meyakini isu mahar yang diembuskan Andi Arief benar adanya. Indikasinya, kata dia, Partai Demokrat tak membantah dan meminta Andi diam secara terbuka.

"Apakah (Sandi) mengamankan (Andi) bagian dari mahar politik? Kalau sekarang Andi Arief tidak lagi menyerang dan PAN serta PKS tidak membawa Andi Arief ke kepolisian, saya curiga pertemuan itu benar," lanjut Faisal.

"Pihak yang dituduh, PKS, Sandiaga, dan PAN tidak tahu malu dalam hal ini. Mereka rela disebarkan sebagai kelompok mahar politik. Harusnya untuk menghindari stigma (politik uang) itu mereka melaporkan Andi Arief ke pihak berwenang," sambungnya.


Faizal heran atas perubahan sikap Andi yang awalnya berapi-api terhadap masalah mahar lalu tiba-tiba diam. "Diamnya Andi Arief karena perintah SBY kepada Sandiaga untuk segera menyelesaikan isi kantong Andi Arief. Sehingga Andi Arief tidak lagi melawan mahar politik. Karena tidak mungkin orang yang marah dan sangat buas, tiba-tiba diam," tutup Faizal.
(aud/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed