DetikNews
Jumat 31 Agustus 2018, 13:43 WIB

Dugaan Mahar Rp 1 T Sandi Tak Bisa Dibuktikan, PD Bela Andi Arief

Elza Astari Retaduari - detikNews
Dugaan Mahar Rp 1 T Sandi Tak Bisa Dibuktikan, PD Bela Andi Arief Andi Arief (Dok. Twitter Andi Arief)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan laporan dugaan mahar Sandiaga Uno Rp 1 triliun ke PKS-PAN tidak bisa dibuktikan secara hukum. Partai Demokrat (PD) pun membela sang wasekjen, Andi Arief, yang pertama kali mengeluarkan tudingan itu tapi tak berkenan hadir saat dimintai keterangan.

"Kenapa Bang Andi Arief waktunya belum ketemu untuk didengar kesaksiannya di Bawaslu pusat, tentu ada pertimbangan yang sangat materiil yang menyangkut dirinya, termasuk yang saya dengar ada ancaman yang serius terhadap diri Bang Andi Arief," ujar Ketua DPP PD Didik Mukrianto kepada wartawan, Jumat (31/8/2018).

Dalam dua kali pemanggilan Bawaslu, Andi Arief tidak hadir. Namun, setelah mengaku mendapat ancaman, Andi bersedia diperiksa Bawaslu tapi di tempat asalnya, yakni Lampung.


Meski begitu, Demokrat memaklumi bila Bawaslu langsung mengambil keputusan soal dugaan mahar Sandiaga itu. Didik yakin Bawaslu punya pertimbangan.

"Kalaupun juga Bawaslu punya pertimbangan tidak bisa menunggu lagi kesiapan waktu dan/atau permohonan dari Bang Andi Arief untuk memberi keterangan dengan cara-cara lain, termasuk didengar keterangannya di Bawaslu Provinsi Lampung, tentu Bawaslu punya pertimbangan yang bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Didik berharap Bawaslu tetap independen dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Ia mengingatkan Bawaslu terus menjaga komitmen sebagai pengawas pemilu.

"Jangan sedikit pun ada pergeseran komitmen untuk sebuah kepentingan praktis dan pragmatis dari kelompok tertentu yang mungkin mengajak, merayu, menggoda, dan menekan agar Bawaslu melakukan penyimpangan atau penyalahgunaan kekuasaan," sebut Didik.


"Kita berharap, dengan profesionalisme dan komitmennya, Bawaslu bisa mengawal pesta demokrasi 2019 menjadi demokrasi yang indah, teduh, dan menjamin rakyat untuk menggunakan hak politiknya secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," imbuh anggota Komisi III DPR itu.

Didik juga menghormati keputusan Bawaslu yang menyebut dugaan mahar Sandiaga untuk PAN-PKS tidak dapat dibuktikan. Ia yakin Bawaslu tak asal memberi keputusan, walaupun Andi Arief dan Sandiaga belum didengarkan kesaksiannya.

"Apa yang diputuskan Bawaslu mestinya sudah melalui tahapan proses, mekanisme dan kajian serta telaahan yang mendalam dengan mempertimbangkan data, fakta, dan keterangan yang berbasis materiil," ucap Didik.

Dugaan Mahar Rp 1 T Sandi Tak Bisa Dibuktikan, PD Bela Andi AriefDidik Mukrianto (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)

Seperti diketahui, Andi Arief menuding Sandiaga memberikan masing-masing Rp 500 miliar ke PAN dan PKS agar bisa diterima sebagai cawapres Prabowo Subianto. Pihak yang melaporkan memprotes keputusan Bawaslu itu.

Dari tiga saksi yang diajukan pelapor, satu saksi atas nama Andi Arief tidak bisa didengarkan keterangannya karena tidak memenuhi undangan yang disampaikan Bawaslu sebanyak 2 kali. Atas putusan itu, Andi Arief menyebut Bawasu pemalas.

"Bawaslu nggak serius dan pemalas. Kalau serius kan bisa kirim dua atau tiga komisioner ke Lampung," sebut Andi Arief saat dihubungi, Jumat (31/8).


Simak Juga 'Sandi Jawab Isu Mahar Rp 500 M dan Bergabung ke PAN':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed