DetikNews
Kamis 30 Agustus 2018, 23:14 WIB

Laporan Dari Mekah

Klaim Asuransi Jemaah Haji Rp 18,5 Juta, Ahli Waris Tak Perlu Repot

Fajar Pratama - detikNews
Klaim Asuransi Jemaah Haji Rp 18,5 Juta, Ahli Waris Tak Perlu Repot Ilustrasi (Fajar Pratama/detikcom)
Mekah - Keluarga jemaah haji yang wafat saat melaksanakan ibadah haji 2018 mendapatkan jaminan klaim asuransi sebesar Rp 18,5 juta. Ahli waris tak perlu repot-repot mengurus karena tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag-lah yang turun tangan.

"Mekanisme pencairannya, yang mengklaim bukan ahli waris, tapi Ditjen PHU," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Ahda Barori di Mekah, Kamis (30/8/2018).


Premi asuransi jiwa jemaah pada tahun ini Rp 49 ribu. Pembayaran premi asuransi jiwa jemaah haji diambil dari uang optimalisasi dana haji.

Sedangkan nilai tanggungan buat jemaah haji yang wafat di embarkasi dan Arab Saudi sebesar Rp 18,5 juta. Untuk jemaah yang meninggal karena kecelakaan akan mendapatkan Rp 37 juta.

Pengiriman dananya, kata Ahda, bisa ke rekening jemaah yang wafat tapi rekeningnya masih hidup. Jika tidak, lanjutnya, ke rekening ahli waris yang telah disepakati pihak keluarga.

"Proses klaimnya maksimal lima hari kerja," ungkapnya.


Proses klaim saat ini sudah mulai berlangsung. Pengurusan klaim ini bisa langsung jalan tanpa menunggu penyelenggaraan haji selesai.

"Sekarang sudah berjalan dan sudah banyak yang ditransfer. Hanya, saya belum tahu jumlahnya, mungkin sudah 100-an (klaim)," kata Ahda.

Ahda mengatakan, sejak 2016, proses klaim asuransi tidak lagi dilakukan oleh ahli waris jemaah, melainkan langsung oleh pihak Kemenag.

Sampai Kamis (30/8) sore, jemaah haji wafat mencapai 210 orang. Perinciannya, 141 jemaah wafat di Mekah, 28 di Madinah, 8 di Arafah, 6 di Muzdalifah, 24 di Mina, dan sisanya atau 3 jemaah wafat di Daerah Kerja Bandara.
(fjp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed