detikNews
Kamis 30 Agustus 2018, 16:46 WIB

Soal Curi Start Kampanye, ACTA Persilakan Tim Jokowi Laporkan Zulhas

Yulida Medistiara - detikNews
Soal Curi Start Kampanye, ACTA Persilakan Tim Jokowi Laporkan Zulhas Foto: Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) meminta Bawaslu menindak tegas tiga menteri yang diduga melakukan pelanggaran kampanye sebelum waktunya. Begitu pun sebaliknya, ACTA mempersilakan kubu pendukung Jokowi untuk melapor jika ada dugaan mencuri start kampanye.

Termasuk soal Ketua MPR Zulkifli Hasan yang dianggap mencuri start kampanye karena memperkenalkan Sandiaga Uno sebagai cawapres di hadapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Menurut Wakil Ketua ACTA Ali Lubis, belum ada yang menyebut ucapan Zulkifli sebagai curi start kampanye.

"Iya silakan (laporkan), nanti tinggal kita lihat, tapi sementara pemberitaan hari ini belum ada yang mengatakan itu kampanye kan," kata Ali Lubis di Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/8/2018).

Baca juga: Zulkifli Hasan Kenalkan Sandi ke Mahasiswa, PPP: Itu Curi Start

Ali mengaku akan melihat dulu apa yang akan dipermasalahkan kubu pendukung Jokowi bila ada laporan. Sebagai pendukung Prabowo Subianto, sebelumnya ACTA mengirimkan nota protes kepada Bawaslu untuk menegur Mendagri Tjahjo Kumolo, Menperin Airlangga Hartarto dan Mendes Eko Putro Sandjojo terkait dugaan curi start kampanye.

"Kalau konteksnya sama ya kita lihat mereka, apa yang mereka persoalkan? Kalau kami jelas yang kami persoalkan ini (tiga menteri kempanye) semua (bukti) dari media. Nah kita lihat dari media adakah yang mengatakan (Zulhas) itu kampanye? Kita lihat sikap Bawaslu. Jadi jangan seolah ada pembiaran," ujar Ali.


Sementara itu, Zulkifli sebelumnya memperkenalkan Sandiaga sebagai bakal cawapres dalam sambutan pada acara orientasi mahasiswa baru di kampus UMJ. Sekjen PPP Arsul Sani menyebut Zulhas mencuri start kampanye.

"Kalau dia melakukan itu sekarang, siapa pun pengurus politik berarti dia mencuri start. Kedua, sekali lagi kita harus perhatikan posisi kita, Pak Zul kan Ketua MPR, jadi nggak ada kemudian, (Zulkifli berpikir), 'Saya saat ini sedang berposisi sebagai ketum parpol yang dukung paslon ini.' Karena itu, kemudian saya lepaskan baju," kata Arsul di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/8).
(yld/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed