detikNews
Minggu 26 Agustus 2018, 13:55 WIB

Kritik untuk Polisi yang Tak Beri Izin Diskusi Ratna-Rocky di Babel

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kritik untuk Polisi yang Tak Beri Izin Diskusi Ratna-Rocky di Babel Foto: Ratna Sarumpaet menggelar jumpa pers soal penolakan di Pangkalpinang, Babel. (Deni Wahyono-detikcom)
Jakarta - Polisi dikritik karena menolak memberikan izin acara diskusi bertema 2019 ganti presiden yang sedianya dihadiri Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Bangka Belitung. Tak seharusnya acara diskusi dihalangi.


Kritik tak hanya datang dari para pendukung #2019GantiPresiden ataupun Prabowo-Sandiaga, tapi juga datang dari yang kerap berseberangan dengan Ratna Sarumpaet ataupun Rocky Gerung.

"Saya nggak suka nyinyirnya Ratna dan Rocky ke Jokowi, yang seringkali menghina akal sehat. Tapi saya nggak setuju pelarangan terhadap diskusi mereka. Tindakan Polisi ini berlebihan. Salah satu esensi demokrasi adalah kesediaan kita untuk berbagi ruang dengan pihak yang kita benci," kata Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal, di akun twitternya @sahal_AS yang dikutip detikcom, Minggu (26/8/2018).

Kicauan itu di-retweet oleh akun twitter Ketum PKB Muhaimin Iskandar @cakiminNOW.


Kritik juga datang dari Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya. Menurut Yunarto, pelarangan itu berlebihan. Dia juga meyakini pelarangan diskusi itu justru buruk bagi citra capres petahana.

"Sikap berlebihan melarang diskusi-diskusi dan gerakan 2019 ganti presiden adalah 'kampanye' terburuk buat incumbent. Dan ini bukan gaya khas seorang @jokowi ketika sedang bertarung. Entah gaya siapa," cuit Yunarto.


Peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Syamsuddin Haris, juga mengkritik pelarangan itu. Dia mengatakan seharusnya ormas yang menolak larangan itu yang ditindak oleh polisi.

"Patut disesalkan jika benar polisi Bangka Belitung melarang diskusi yang menghadirkan Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet. Kebebasan sipil, termasuk kebebasan berbicara, harus menjadi roh demokrasi kita. Yang harus ditindak justru ormas yang menolak kegiatan diskusi tersebut," ujar Syamsuddin Haris di akun @sy_haris.


Menurut Survey Ini, Sebagian Publik Tak Setuju Gerakan Ganti Presiden, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed