DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 19:12 WIB

Gerindra Ingatkan JK: Pejabat Negara Jangan Berpolitik Praktis

Tsarina Maharani - detikNews
Gerindra Ingatkan JK: Pejabat Negara Jangan Berpolitik Praktis Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta - Jusuf Kalla disebutkan telah didaftarkan ke KPU sebagai ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Gerindra mengkritik langkah tersebut.

"Kami ingin mengingatkan pemerintah, jangan sampai menghadapi Pemilu 2019, para pejabat eksekutif sibuk berpolitik praktis, sehingga mengganggu kinerja pemerintah," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, dalam perbincangan, Selasa (14/8/2018).

Selain JK, Andre menyoroti sejumlah menteri Kabinet Kerja yang sempat mengantar Jokowi-Ma'ruf ke Gedung Joang dan KPU saat mendaftarkan diri sebagai capres-cawapres pada Jumat (10/8). Sejumlah menteri dan pejabat eksekutif yang sempat mengantar Jokowi-Ma'ruf di antaranya Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
"Lalu waktu Pak Jokowi mulai dari Gedung Joang hingga ke KPU, kita melihat beberapa menteri di Kabinet Kerja ada di sana, padahal menteri-menteri itu kan bukan petinggi partai," sebut Andre.

Dia menyinggung kondisi ekonomi RI yang dinilai sedang dalam keadaan terpuruk. Andre meminta Jokowi dan jajarannya tak lupa dengan tugas-tugas.
"Kita tahu kinerja pemerintah ini kan di bawah performa, ekonominya nyungsep 5 persen, lalu sekarang dolar sudah Rp 14.600, harga kebutuhan bahan pokok tinggi, lapangan kerja sulit. Jadi tolong Pak Jokowi dan tim benar-benar serius. Silakan mengurus kampanye, tapi jangan sampai mengganggu kinerja pemerintah," ujarnya.
Andre pun kemudian mencontohkan Sandiaga Uno, yang memilih mundur dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memutuskan maju jadi cawapres Prabowo Subianto. Ia membandingkan hal itu dengan pejabat eksekutif di kabinet Jokowi.

"Bang Sandi sudah memberikan contoh mundur dari wagub karena tidak ingin mempolitisasi birokrasi pemda DKI. Jangan sampai Pak Jokowi maju, menteri-menteri sibuk berkampanye. Terus kerjanya mana? Katanya kerja, kerja, kerja," tukas Andre.
Kubu capres-cawapres Jokowi dan Ma'ruf Amin sudah mendaftarkan nama-nama penggawa tim pemenangan pemilunya ke KPU. JK menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf, meski belakangan diketahui JK lebih ingin menjadi ketua tim penasihat saja.

"Yang sudah dimasukkan di KPU, beliau (JK) sebagai Ketua," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (13/8).
(tsa/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed