DetikNews
Senin 13 Agustus 2018, 18:10 WIB

Sebarkan Kebencian di Facebook, Asma Dewi Tetap Dibui 165 Hari

Andi Saputra - detikNews
Sebarkan Kebencian di Facebook, Asma Dewi Tetap Dibui 165 Hari Asma Dewi di PN Jaksel (Lamhot/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Tinggi Jakarta menolak banding Asma Dewi. Alhasil, ibu rumah tangga itu tetap dihukum 165 hari penjara karena menyebarkan kebencian di Facebook.

Kasus bermula saat Asma mengomentari status Facebook dengan nada kebencian pada 2016. Seperti:

Kalau di sini wajib belajar bahasa China.

Bahan baku vaksin palsu dari China, tapi Jokowi malah izinkan China bangun pabrik vaksin.

Rezim koplak. Di luar negeri dibuang, di sini disuruh makan rakyatnya.


Posting-posting itu dinilai memuat ujaran kebencian. Akhirnya tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim pada Jumat (8/9/2017) menangkap Asma dengan jeratan kasus ujaran kebencian, isu SARA, dan penghinaan. Asma lalu diadili di PN Jaksel.

Pada 15 Maret 2018, PN Jaksel menyatakan Asma melakukan pidana menghina suatu produk kekuasaan yang ada di negara Indonesia. Asma Dewi tidak menghormati kekuasaan negara. PN Jaksel lalu menjatuhkan hukuman 165 hari ke Asma Dewi.


Atas vonis itu, Asma Dewi dan jaksa sama-sama mengajukan banding. Apa kata PT Jakarta?

"Menguatkan putusan PN Jaksel," demikian lansir panitera PT Jakarta dalam website-nya, Senin (13/8/2018).

Duduk sebagai ketua majelis Purnomo Rijadi dengan anggota M Zubaidi Rahmay dan Achmad Yusak. Ketiganya mengamini pertimbangan PN Jaksel di kasus itu.




Tonton juga 'Divonis 5 Bulan Bui, Asma Dewi: Hakim Masih Punya Nurani':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed