DetikNews
Sabtu 11 Agustus 2018, 06:42 WIB

Drama 'Jenderal Kardus' hingga Langit Runtuh Dukung Prabowo

Parastiti Kharisma Putri, Zunita Amalia Putri - detikNews
Drama Jenderal Kardus hingga Langit Runtuh Dukung Prabowo Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Drama koalisi mewarnai Pilpres 2019. Mesra, renggang, lalu akhirnya kembali berlabuh dalam 'perahu' jadi dinamika Partai Demokrat di koalisi Prabowo Subianto.

Dinamika politik terjadi saat Wasekjen Demokrat Andi Arief berbicara tentang 'jenderal kardus'. Andi Arief menuding adanya mahar ke PKS dan PAN untuk pencalonan Sandiaga Uno sebagai wapres.

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief pada Rabu (8/8) malam,.



Tudingan 'jenderal kardus' ini merenggangkan kemesraan kesepakatan koalisi Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Elite Gerindra balik menanggapi pernyataan Andi Arief.

PKS dan PAN menepis tudingan Andi Arief. "Hoax," kata Ketum PAN Zulkifli Hasan saat 'bolak-balik' dari area rakernas PAN ke Kertanegara, kediaman Prabowo.

"Bener (soal mahar politik Sandiaga Uno). Saya dengan sadar dan bisa dicek dalam karier politik saya, tidak pernah bohong dan data saya selalu tepat. Tapi kita nunggu perkembangan besok karena Pak Prabowo akan hadir," kata Arief ditanya lagi seusai rapat tengah malam elite PD bersama SBY, Kamis (9/8) dini hari.

Ketegangan kemudian coba dicairkan lewat pertemuan Prabowo dengan SBY. Tapi tidak ada titik temu hingga akhirnya Prabowo bersama Sandiaga mendeklarasikan diri sebagai capres-cawapres menjelang tengah malam. Tak ada Demokrat di panggung deklarasi.

[Gambas:Video 20detik]




"Baru saja pimpinan dari tiga parpol, PKS, PAN, dan Partai Gerindra, telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya Prabowo Subianto dan Saudara Sandiaga Salahuddin Uno untuk maju sebagai capres dan cawapres RI untuk masa bakti 2019-2024," ujar Prabowo saat deklarasi.

Keesokan harinya, Jumat (10/8) Demokrat menggelar rapat Majelis Tinggi. Demokrat memutuskan mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Proses yang penuh dengan tarik-menarik dan kritik dalam dua hari ini adalah dinamika. Kita tetap berpendirian, walau langit runtuh, kita tetap dukung koalisi," ujar Andi Arief.

Elite Demokrat, di antaranya Sekjen Hinca Pandjaitan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono, ikut mengantarkan pendaftaran Prabowo-Sandiaga Uno di KPU.
(fdn/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed