DetikNews
Kamis 09 Agustus 2018, 15:31 WIB

Sayonara Poros Ketiga

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sayonara Poros Ketiga Foto: Pool/Biro Setpres
Jakarta -

Memasuki H-1 pendaftaran capres-cawapres, semakin jelas pasangan yang bakal berlaga di Pilpres 2019. Dari koalisi kerja sudah sangat jelas akan mengusung Jokowi-Mahfud MD, dari kubu oposisi sinyal kuat Prabowo-Sandiaga sudah di depan mata. Lalu apa kabar poros ketiga?

Pemetaan di koalisi pendukung Jokowi, 9 parpol pengusung sudah mulai solid yakni PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, PKB Hanura, PSI, Perindo, dan PKPI. Pada pertemuan Sekjen parpol koalisi Jokowi yang kini sudah bernama 'koalisi kerja' 9 sekjen parpol pengusung Jokowi hadir, termasuk Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Kehadiran PKB pada pertemuan di Posko cemara, Menteng, Jakarta Pusat, pagi tadi ini jadi sinyal kuat PKB akan tetap di parpol pengusung Jokowi tak lagi bermain-main isu poros ketiga.

Kepastian PKB tetap bersama Jokowi kian kuat setelah Cak Imin bertemu dengan Mahfud Md. Keduanya dikabarkan sepakat islah.

Sementara itu Partai Demokrat yang jadi salah satu 'inisiator' poros ketiga juga sudah memberi sinyal akan tetap bertahan di koalisi pendukung Prabowo. Meskipun sempat ada ketegangan soal 'jenderal kardus', tadi pagi SBY dan Prabowo bertemu dan kabarnya sudah ada titik temu, meski masih ada perdebatan soal nama Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo.


Solidnya koalisi Gerindra-PKS mengusung duet Prabowo-Sandiaga juga jadi alasan sulitnya terbangun poros ketiga. Saat ini praktis tinggal PAN yang belum mengambil keputusan arah dukungannya, meski sinyal ke Prabowo sudah sangat kuat.

Poros ketiga sebenarnya sempat bisa muncul kalau PKB benar-benar keluar dari koalisi kerja lantaran menolak Mahfud MD, seperti yang diisukan, plus PD gagal deal dengan Gerindra, dan satu lagi PAN yang tidak pilih Jokowi maupun Prabowo. Namun perkembangan situasi terakhir poros ketiga semakin sulit jadi nyata.

"Memang masih tanda tanya posisi PAN, tapi ini waktu sudah mepet dan capres-cawapres harus mengurus syarat yang diperlukan, misal Sandiaga mengurus surat tidak pailit, kemudian Mahfud MD mengurus surat tidak pernah jadi narapidana, dan mereka harus melapor KPU hari ini untuk mendaftar besok. Jadi saya kira sulit keluar pasangan baru karena kalaupun ada tidak bisa memanfaatkan waktu 2x7 hari penambahan waktu karena dua pasangan sudah dipastikan akan mendaftar besok," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, kepada wartawan, Kamis (9/8/2018).


Politik memang sangat dinamis menjelang Pilpres 2019. Bahkan isu poros ketiga sebenarnya masih terpelihara sampai pekan terakhir sebelum pendaftaran capres. Hal itu dibenarkan oleh Ketum PPP M Romahurmuziy yang diiming-imingi gabung poros ketiga.

"H-1. Saya ditanya apakah akan ada poros ke-3. Jawabnya satu: seminggu terakhir saya dikejar-kejar untuk membentuk poros ini sampe tadi pagi. Menurut yang mengejar, sudah ada 3 parpol yang konfirm: 2 parpol oposisi, dan 1 parpol pemerintah,"kata Ketum PPP M Romahurmuziy, lewat twitternya, Kamis (9/8/2018).

Dari pernyataannya, Rommy sebenarnya terkesan ragu poros ketiga ini jadi kenyataan. Sepengetahuannya, poros ini ya baru sebatas wacana.

"Kalau gitu saya kurang pergaulan," kata Rommy.

Namun kalau disebut wacana sebenarnya poros ketiga disiapkan lebih sempurna. Bahkan rencana mengumpulkan semua parpol ummat ke koalisi ini, plus tagline-nya juga sudah siap.

"Konon tagline-nya 'dari umat untuk rakyat'," ungkap Rommy.

Namun meski segalanya siap kini poros ketiga tinggal wacana. Deklarasi Jokowi-Mahfud MD tinggal menunggu hitungan jam, sedangkan Prabowo-Sandiaga tinggal pembahasan power sharing dengan anggota koalisi lainnya.

Sayonara poros ketiga!


Soal Poros Ketiga, Apa Kata PKS? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(van/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed