DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 11:15 WIB

Di Depan Ulama, Jokowi Tepis Tudingan Bahwa Dirinya Antek Asing

Ray Jordan - detikNews
Di Depan Ulama, Jokowi Tepis Tudingan Bahwa Dirinya Antek Asing Presiden Jokowi membuka Pendidikan Kader Ulama MUI di Bogor. (Jordan/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal tudingan 'antek asing' yang dialamatkan kepadanya. Di depan para ulama, Jokowi menjawab tudingan tersebut.

Hal itu dilakukan Jokowi saat menghadiri Peresmian Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Tegar Beriman Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018).


"Berkaitan dengan antek asing. 'Jokowi itu antek asing'. Ini mumpung pas ketemu saya jawab sekali. Ini baru pertama saya jawab seperti itu. Mumpung banyak ulama dan kader ulama," kata Jokowi.

Jokowi mengaku heran atas tudingan tersebut. Sebab, kebijakan yang dia lakukan semasa menjabat Presiden RI justru bertolak belakang dengan tudingan itu.


"Antek asing? Bagaimana antek asing? Yang namanya Blok Mahakam yang dulu dimiliki oleh Jepang, 100 persen kita berikan ke Pertamina. Blok Rokan dulu dikelola oleh Chevron, Amerika, sudah sekarang diambil oleh Pertamina 100 persen juga," tegas Jokowi.

Tak hanya itu, tambang di kawasan Papua yang dikelola PT Freeport juga berusaha diambil alih oleh pemerintah. Meski upaya pengambilalihan ini memakan waktu yang tak cepat.


"Freeport ini memang sulit banget. Empat puluh tahun kita hanya diberi 9,3 persen. Dan kita semua diam saja nggak ada yang bersuara. Diam 9 persen. Saya negosiasi, menteri-menteri saya negosiasi 3,5 tahun alot sekali. Jangan dipikir negosiasi seperti itu mudah. Sangat alot sekali. Saya minta jangan mundur, kita mayoritas 51 persen. Saya sudah sampaikan. Jangan mundur. Ditawar 30 persen, nggak! 51 persen mayoritas. Sudah tanda tangan yang namanya HoA, kesepakatan," jelas Jokowi.

Meski demikian, Jokowi masih heran. Sebab, walau sudah ada kesepakatan bahwa saham Freeport diambil alih sebanyak 51 persen oleh Indonesia, masih banyak saja pihak yang berpendapat negatif.

"Kok malah suaranya jelek semua? Saya nggak ngerti gimana kita ini. Empat puluh tahun 9 persen pada diam. Begitu ada kesepakatan HoA 51 persen tidak didukung penuh. Mestinya seluruh rakyat mendukung penuh agar itu betul-betul bisa dikelola bangsa ini. Begitu dibilang antek asing?" ucap Jokowi.



Tonton juga video: 'Cak Imin Kumpulkan Ulama NU, PDIP: Itu Dukungan untuk Jokowi'

[Gambas:Video 20detik]



Di Depan Ulama, Jokowi Tepis Tudingan Bahwa Dirinya Antek Asing

(rjo/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed