DetikNews
Selasa 07 Agustus 2018, 20:32 WIB

Kasarnya Ngabalin Menolak PAN Gabung Koalisi Jokowi

Andhika Prasetia, Tsarina Maharani - detikNews
Kasarnya Ngabalin Menolak PAN Gabung Koalisi Jokowi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)
Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin menolak PAN bergabung ke koalisi pendukung Joko Widodo. Dia melihat sosok Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang terus mengkritik pemerintahan Jokowi.

Padahal PAN termasuk partai koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Selain itu, ada perwakilan PAN di Kabinet Kerja. Kali ini Ngabalin menolak PAN dengan nada keras.

"Dari awal kan kayak Pak Amien Rais, ngomong-nya kayak comberan. Hari-hari maki orang, hari-hari menyebutkan tidak ada baiknya Jokowi, tidak ada baiknya pemerintah. Kalau Anda sebut pemerintah itu tidak benar, berarti Anda kirim orang salah. Kan pemerintahan itu ada wakilnya PAN. Jadi sudah deh, nggak usah," ujar Ngabalin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).


Ngabalin mengatakan tak ada masalah bila PAN tak bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Menurutnya, para relawan sudah siap memperjuangkan Jokowi kembali menjabat pada periode 2019-2024.

"Bahkan mungkin orang-orang yang selama ini mendukung Pak Jokowi malah berhenti mendukung. Sudah deh, tutup pintu, cukup. Kami nggak ada masalah di sini. Relawan semua siap mendukung Jokowi dua periode. Makanya kami bilang, lanjutkan. Kalau mereka beringas, kami akan lawan. Kalau masih bandel, kami libas," ungkapnya.

Jika PAN masih ingin bergabung, Ngabalin meminta partai itu bersikap tegas untuk mendukung. Selain itu, dia meminta Amien tidak terus-menerus menyerang Jokowi.


"Makanya itu dari awal harus tegas. Bilang dong sama Amien Rais, PAN itu kan pendukung Presiden, kenapa hari-hari ngomong-nya kayak comberan begitu," tutur Ngabalin.

Terkait hal ini, PAN tak mau serius menanggapi pernyataan Ngabalin. Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo justru balik mempertanyakan siapa yang sebenarnya menginginkan PAN bergabung.

"Silakan Bang Ali tanya Presiden, yang pengin sekali PAN bergabung sebenarnya siapa," ujar Dradjad kepada wartawan, Selasa (7/8/2018).


"Biarkan saja Bang Ali mau bicara apa pun. Kami cuekin saja. Pak Amien dan sahabat-sahabatnya seperti saya tidak mau menanggapi hal-hal yang tidak substansial seperti itu," sambungnya.

Dradjad menilai kritik dari Amien memiliki manfaat bagi bangsa. "Karena jika Pak Amien mengkritik, itu tentang sesuatu yang substansial, yang penting dan bermanfaat bagi Indonesia, serta dasarnya kuat," ucapnya.

Sejauh ini, PAN memang cenderung ke arah koalisi Prabowo Subianto bersama Gerindra cs. Namun sore ini, Ketum PAN Zulkifli Hasan diketahui diam-diam merapat ke Istana Kepresidenan.


Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengungkap isi pertemuan Zulkifli dengan Jokowi. Yandri tak menampik soal isi pertemuan kedua tokoh itu menyinggung Pilpres 2019. Selain itu, dimungkinkan Zulkifli menyampaikan arah sikap PAN yang tak lagi berada dalam koalisi pendukung Jokowi. Pada Kamis (9/8) nanti, PAN akan menggelar rakernas untuk memutuskan sikap pada Pilpres 2019.

"Ya, mungkin Bang Zul kalau menyampaikan itu menyampaikan peta di PAN ya, karena besok atau lusa kan ada rakernas. Pasti ada pengambilan keputusan," tutur Yandri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

"Keputusan itu kan bisa jadi tidak bersama-sama Pak Jokowi. Mungkin Bang Zul menyampaikan itu juga," sebut dia.


(jbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed