DetikNews
Minggu 05 Agustus 2018, 10:50 WIB

Relawan Jelaskan Makna Arahan Jokowi 'Berani Jika Diajak Berantem'

Indah Mutiara Kami, Danu Damarjati - detikNews
Relawan Jelaskan Makna Arahan Jokowi Berani Jika Diajak Berantem Foto: Jokowi di Rapat Umum Relawan. (Ahmad Bil Wahid/detikcom).
FOKUS BERITA: Pidato 'Berantem' Jokowi
Jakarta - Arahan Joko Widodo (Jokowi) kepada relawan di Pilpres 2019 agar 'berani jika diajak berantem' ramai jadi pembahasan. Relawan Jokowi kemudian menjelaskan maknanya.

Arahan itu disampaikan Jokowi saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8). Jokowi awalnya meminta relawan untuk bersatu, militan, dan kerja keras.



Saat acara, wartawan diminta keluar di tengah-tengah pidato Jokowi. Namun, video potongan pidato Jokowi itu kemudian beredar luas di media sosial.

"Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," ucap Jokowi yang disambut riuh relawan sambil berdiri.

"Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," sambungnya.




Potongan pidato ini kemudian heboh dibahas di media sosial. Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi menegaskan arahan Jokowi itu bukan berarti memerintahkan relawannya untuk berkelahi.

"Tidak ada yang berlebihan. Presiden hanya memompa semangat relawannya untuk lebih militan. Presiden Jokowi berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye, tetapi juga tidak boleh gentar apalagi takut. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu," ungkap Budi Arie dalam pernyataannya, Minggu (5/8/2018).



Budi Arie mengatakan arahan Jokowi itu adalah untuk memompa daya juang relawan di tengah maraknya hoax dan fitnah dengan data-data palsu. Menurutnya, Jokowi sempat kaget karena relawan semangat menyambut pernyataan itu.

"Bahkan Presiden Jokowi kaget karena seluruh relawan menyataan siap bertarung. Ini membuktikan Relawan Jokowi sangat militan dan tak pernah gentar. Karena memang sebagian besar Relawan Jokowi adalah aktivis dan para petarung yang militan," katanya.



Budi Arie lalu memberi versi lain dari potongan arahan Jokowi tersebut. Berikut penggalannya:

Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani.

Tonton Video 20Detik: Relawan Jokowi Tak Tunjuk Cawapres

[Gambas:Video 20detik]

Relawan Jelaskan Makna Arahan Jokowi 'Berani Jika Diajak Berantem'

(imk/dnu)
FOKUS BERITA: Pidato 'Berantem' Jokowi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed