DetikNews
Jumat 03 Agustus 2018, 21:37 WIB

PA 212 Wajibkan Parpol Patuhi Ijtimak Ulama

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PA 212 Wajibkan Parpol Patuhi Ijtimak Ulama Acara Ijtimak Ulama, yang digelar pada 27-29 Juli lalu. (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menyurati parpol yang mengikuti Ijtimak Ulama beberapa waktu lalu. Isinya, PA 212 ingin parpol-parpol mematuhi keputusan yang dibuat dari Ijtimak Ulama.

Hal ini diungkapkan Sekjen PAN Eddy Soeparno. Eddy mengaku PAN diminta mengikuti keputusan Ijtimak Ulama.

"Pagi tadi saya menerima surat dari PA 212, menegaskan koalisi yang disebutkan dalam surat tersebut wajib mengikuti Ijtimak Ulama," ujar Eddy di Para Syndicate, Jl Wijaya 3, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).


Sebagaimana diketahui, dalam Ijtimak Ulama, Ketum Gerindra Prabowo Subianto direkomendasikan sebagai capres. Sedangkan untuk posisi cawapres, ada dua nama, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.

Eddy mengatakan PAN menghormati keputusan Ijtimak Ulama. Keputusan itu dipertimbangkan PAN. Hanya, kata Eddy, PAN memiliki proses sendiri untuk menentukan arah politik di Pilpres 2019.

"Saya sampaikan, kami dari awal menghormati putusan atau Ijtimak Ulama tersebut. Itu jadi bahan pertimbangan dan renungan paling dalam. Itu bentuk konsiderasi kami ketika membahas agenda pilpres di Rakernas 2018," sebut Eddy.


"Ini pandangan kami terkait hasil Ijtimak Ulama. Kami parpol punya proses sendiri dalam menentukan arah politik," tegas Eddy.

Sementara itu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menilai surat yang dikirimkan PA 212 untuk wajib mematuhi hasil Ijtimak Ulama bersifat rekomendasi. Riza mengatakan partainya mempertimbangkan betul-betul rekomendasi Ijtimak Ulama.

"Nanti kita kembalikan kepada ulama kalau memang nama-nama yang menguat di luar nama dua itu tentu kita akan kembalikan ke ulama," kata Riza setelah mengikuti diskusi Para Syndicate, Jl Wijaya 3, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).


Riza pun membantah jika dikatakan rekomendasi tersebut tidak wajib dilakukan Gerindra. "Bukan nggak wajib, semua kita perhatikan, Ijtimak Ulama kita perhatikan dengan sangat menjadi pertimbangan yang penting," tuturnya.

Ijtimak Ulama sendiri digelar di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, pada 27-29 Juli lalu. Sejumlah elite parpol yang datang ke acara tersebut di antaranya berasal dari Gerindra, PKS, PAN, dan PBB.
(jbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed