DetikNews
Jumat 03 Agustus 2018, 20:46 WIB

Antisipasi Dampak Ganjil-Genap, Dishub Minta TransJ Tambah Trayek

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Antisipasi Dampak Ganjil-Genap, Dishub Minta TransJ Tambah Trayek ilustrasi TransJakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menugasi PT TransJakarta (TransJ) menambah empat trayek saat Asian Games 2018. Keempat trayek itu ditujukan untuk mengakomodasi warga yang berpindah ke kendaraan umum akibat aturan ganjil-genap.

"Kami tidak hanya fokus di angkutan di ruas-ruas ganjil-genap, karena memang di ruas ganjil-genap (angkutan) sudah ada. Justru yang kita fokuskan ruas-ruas di luar-luar ganjil-genap. Makanya ada modifikasi trayek," kata Kepala Dishub DKI Andri Yansyah saat dihubungi, Jumat (3/8/2018).

Andri mengatakan telah mengirim surat penugasan kepada PT TransJakarta hari ini. Tiga dari empat trayek tersebut melintasi area non-ganjil-genap yang dikhawatirkan menjadi macet karena merupakan jalur alternatif.



Keempat trayek baru tersebut adalah Sudirman-Pondok Indah, Gunung Sahari-Gajah Mada, Kelapa Gading-Kuningan, serta Pondok Kelapa-Cawang. Andri mengatakan trayek tersebut hasil modifikasi yang bersentuhan sekitar 20 persen dengan trayek TransJ yang telah ada.

"Rutenya campuran, karena kalau terus-terusan di busway berarti tidak ada modifikasi. Kalau tidak ada modifikasi, gimana ruas yang dari luar ganjil-genap kan? Harus terintegrasi dengan koridor ganjil-genap dong," paparnya.

Andri menargetkan trayek baru sudah ada pada 17 Agustus. Penambahan empat trayek baru akan diberlakukan hingga Asian Games usai.



"Ini nanti akan dievaluasi, kalau seumpama ganjil-genap diperpanjang, bisa juga (trayek) diperpanjang. Tapi kalau ganjil-genap sampai Asian Games saja, ya kita nggak juga," sebutnya.

Andri meminta TransJ segera mengkaji instruksinya tersebut. Dia ingin sebelum Asian Games trayek sudah dapat beroperasi lancar.

"Kita kan baru uji coba tidak bisa kami jorjoran keluarkan bus. Nanti inefisiensi. Kalau masyarakat banyak animonya, kita kan senang karena target masyarakat bisa pindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum tercapai," paparnya.
(fdu/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed