DetikNews
Kamis 02 Agustus 2018, 17:26 WIB

JK: Politik Identitas Terjadi, tapi Tak Separah yang Dibicarakan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK: Politik Identitas Terjadi, tapi Tak Separah yang Dibicarakan Wapres Jusuf Kalla (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) ditanya soal politik identitas yang rawan dimanfaatkan saat Pemilu 2019. Menurut JK, politik identitas berpotensi terjadi, tapi tidak separah yang dibicarakan.

"Memang politik identitas itu terjadi, tapi tidak separah apa yang dikatakan," kata JK saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Waspada Ekonomi Indonesia di Tahun Politik' di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

JK pun menyinggung politik identitas yang disebut terjadi saat Pilgub DKI 2017. menurut JK, banyak orang salah kaprah terkait politik identitas saat Pilgub DKI lalu.

"Banyak orang salah kaprah seakan-akan Pilkada Jakarta itu menyebabkan perpecahan, ada politik identitas yang besar. Tapi coba kita hitung, di DKI non-Islam itu 23 persen, tapi yang pilih Ahok itu 41 persen, jadi banyak pemilih Islam yang pilih Ahok," jelasnya.


JK juga menyebut politik identitas terjadi pada pemilu di negara lain, termasuk negara maju, seperti Amerika Serikat. JK menyebut butuh 240 tahun untuk orang kulit hitam di AS menjadi presiden.

"Tapi politik identitas itu kan tetap ada, di AS kan mayoritas Protestan, 175 tahun untuk orang Katolik jadi Presiden, Kennedy itu. Lalu baru butuh 240 tahun di AS untuk orang hitam jadi presiden," ucapnya.
(nvl/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed