DetikNews
Senin 30 Juli 2018, 20:39 WIB

Amien Rais Teriak Pekok (Lagi)

Gibran Maulana Ibrahim, Usman Hadi, Danang Sugianto - detikNews
Amien Rais Teriak Pekok (Lagi) Amien Rais (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Amien Rais lekat dengan pernyataan kontroversial. Salah satu kata yang kembali disampaikan Amien adalah 'pekok', yang artinya bodoh.

Kali ini teriakan pekok kembali keluar dari mulut Amien. Saat Amien berkumpul dengan beberapa tokoh di MPR membahas status pengelolaan Blok Rokan, Riau, yang diperebutkan Pertamina dan Chevron untuk dikelola, Amien kembali membikin kontroversi.

"Kalau Blok Rokan dimiliki Indonesia, itu berarti Pasal 33 UUD 45 sudah terpenuhi. Apalagi kalau Blok Rokan menjadi semacam contoh yang bagus. Mudah-mudahan blok-blok lain, bahkan termasuk Freeport, juga bisa kembali," kata Amien, Senin (30/7/2018).

Baca juga: Kontroversi Amien Rais: Bicara Pekok Hingga Sontoloyo

Amien menyebut saat ini Indonesia mengalami fenomena 'korporatisasi', yang mengalahkan demokrasi. Aksi korporasi asing di Indonesia, menurutnya, juga didukung pihak pemerintah.

"Manusia yang paling buruk yaitu orang yang pekok tapi ndak tahu bahwa dia pekok. Jadi pasti menjengkelkan betul. Mungkin banyak orang pekok," sindirnya.

Sebelumnya, Amien pernah meneriakkan pekok saat menyoroti masalah undang-undang yang dinilainya pro-asing, salah satunya Undang-Undang Migas. Saat itu, Amien meneriakkan bangsa Indonesia sebagai bangsa 'pekok'. Hal itu disampaikan Amien saat mengisi ceramah di Masjid Muthohirin di Yogyakarta pada Kamis, 10 Mei, lalu.

"Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya," kata Amien.

Amien menyebut kebijakan itu aneh karena kebutuhan dalam negeri dikorbankan hanya demi memenuhi kebutuhan negara lain, seperti China, Taiwan, dan Singapura.


"Ini mesti bangsa pekok (bodoh)," sindirnya.

"Ini sebuah keanehan yang tidak masuk akal. Itu (gas alam) berkontainer-kontainer dibawa oleh truk dari korporasi gas, sebelum dibawa ke China itu melewati (Pabrik) Pupuk Iskandar Muda," kata Amien.

"Jadi pabrik pupuk di Aceh itu kelenger, tidak bisa berfungsi karena gasnya yang hanya beberapa puluh kilometer dari (pabrik pupuk) itu dijual dulu ke China," sambungnya.

Selain itu, Amien bicara soal Freeport sebagai contoh lain dari kebodohan bangsa Indonesia. Namun Amien tidak menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.


(dhn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed