detikNews
Kamis 26 Juli 2018, 21:32 WIB

Awas! Godaan Menanti Kalapas Sukamiskin Ke-6 Era Yasonna

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Awas! Godaan Menanti Kalapas Sukamiskin Ke-6 Era Yasonna Lapas Sukamiskin (Mochamad Solehudin/detikcom)
Jakarta - Jajaran petugas Lapas Sukamiskin kini memiliki penggawa baru, Tejo Harwanto. Banyak godaan di Lapas Sukamiskin sampai-sampai Menkum HAM Yasonna Laoly mengganti kalapasnya sebanyak enam kali.

"Ini kali keenam saya mengganti Kalapas Sukamiskin," kata Yasonna saat melantik Tejo di kantor Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (26/7/2018).



Tejo sebelumnya menjabat Kalapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan. Dia baru beberapa bulan di jabatan tersebut.

Sebelumnya lagi, Tejo adalah Kalapas Kelas IIA Ambarawa, Jawa Tengah. Dia juga pernah menjabat Kalapas Kelas IIA Jember.

"Kamu siap, Tejo, bersihkan Lapas Sukamiskin?" tanya Yasonna saat melantik Tejo.

"Saya siap, Pak!" jawab Tejo tegas.

Suasana pelantikan Tejo jadi Kalapas Sukamiskin.Suasana pelantikan Tejo jadi Kalapas Sukamiskin. (Foto: dok. Kemenkum HAM)




Pelantikan ini ini menyusul ditangkapnya eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen oleh KPK. Dia tertangkap tangan terkait suap.

Setelah itu, terungkap praktik suap dari para napi kasus korupsi kepada Kalapas Sukamiskin agar mendapat fasilitas mewah, bahkan bisa keluar-masuk penjara dengan leluasa. Kemudian terungkap lagi jeroan sel-sel para napi yang dulunya adalah pejabat publik negeri ini.



Terkuaknya jeroan sel-sel para napi itu setelah tim 'Mata Najwa' melakukan sidak bersama dengan Dirjen PAS Sri Puguh beserta jajarannya. Bahkan terlihat kontras antara sel napi tipikor dan sel napi umum.

Di sel yang dihuni Luthfi Hasan Ishaaq, misalnya, terdapat sepeda statis hingga kulkas. Ada pula sofa mewah di sel Sanusi.

Eks Kakorlantas Djoko Susilo mengaku pernah mendengar soal jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin. Namun dia mengaku tidak melakukan praktik tersebut.

"Pernah (dengar). Orang berkepentingan saja. Kalau saya sendiri tidak (beli fasilitas)," kata Djoko seperti disiarkan dalam acara 'Mata Najwa' yang disiarkan Trans7, Rabu (25/7).

Namun yang mencurigakan adalah sel Setya Novanto dan Nazaruddin. Keduanya diduga menempati 'sel palsu' saat disidak kala itu.

"Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto," kata Yasonna dalam tayangan 'Mata Najwa'.

Sebelumnya, Yasonna menyatakan ada banyak godaan di Lapas Sukamiskin. Namun pihaknya akan terus melakukan pembenahan.

"Lapas Sukamiskin ini sangat menggoda. Sidak yang dilakukan oleh Dirjen PAS dan seluruh jajaran memang ditemukan barang-barang yang tidak sepatut dan sepantasnya. Seluruh kamar di Sukamiskin dibersihkan," ujar Yasonna dalam konferensi pers di kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (23/7).

Kini Tejo Harwanto ketiban sampur untuk bersih-bersih Lapas Sukamiskin. Tentu saja Tejo harus transparan agar tahan godaan. Ngomong-ngomong soal transparansi, ini catatan kekayaan Tejo pada 2016 yang dilaporkan ke KPK:

A. Harta Tak Bergerak

1. Tanah dan bangunan seluas 167 m2 dan 152 m2 di Jakarta Pusat: Rp 1.035.219.000
2. Tanah dan bangunan seluas 143 m2 dan 120 m2 di Kabupaten Jember: Rp 106.149.000
3. Tanah seluas 143 m2 di Kabupaten Jember: Rp 34.749.000

B. Harta Bergerak

1. Motor Honda Vario: Rp 9.000.000
2. Motor Honda Vario: Rp 6.264.000
3. Motor Yamaha V-Ixion: Rp 11.000.000
4. Motor Honda Supra: Rp 7.500.000
5. Mobil Toyota: Rp 135.000.000
6. Toko kelontong: Rp 60.000.000
7. Logam mulia: Rp 102.000.000
8. Harta bergerak lainnya: Rp 35.000.000
9. Surat Berharga: Rp 3.000.000
10. Giro Setara Kas: Rp 529.212.925

Total: Rp 1.953.195.925

Utang uang: Rp 34.680.000
Utang barang: Rp 27.776.771

Total minus utang: Rp 1.890.537.154
(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com