detikNews
Selasa 24 Juli 2018, 19:38 WIB

Bupati Labuhanbatu Minta Orang Kepercayaannya Serahkan Diri ke KPK

Haris Fadhil - detikNews
Bupati Labuhanbatu Minta Orang Kepercayaannya Serahkan Diri ke KPK Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap meminta orang kepercayaannya, Umar Ritonga, segera menyerahkan diri ke KPK. Menurutnya, melarikan diri bukan langkah yang tepat.

"Umar Ritonga, sebagai tersangka di dalam kasus saya ini, kiranya untuk menyerahkan diri ke KPK, karena melarikan diri bukan langkah yang tepat. KPK bukanlah institusi yang harus ditakuti, tapi harus dihargai karena menjalankan hukum," kata Pangonal setelah diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).


Pangonal mengatakan kasus ini merupakan kesalahannya. Dia mengatakan keterlibatan Umar juga atas perintahnya.

"Ini semua adalah merupakan kesalahan saya. Bukan kesalahan Saudara Umar karena saya menyuruh dia berbuat tidak baik dan melanggar aturan," ucapnya.

Pangonal mengaku terakhir bertemu dengan Umar sebelum pergi ke Jakarta, yang berujung dengan penangkapan oleh KPK. Pangonal pun mengaku tak tahu di mana Umar berada saat ini.

"Terakhir sebelum kemari. Nggak ada, sampai sekarang saya nggak ada komunikasi sekarang," ujar Pangonal.


Sebelumnya, Pangonal ditangkap KPK pada Selasa (17/7) terkait dugaan transaksi suap dari pengusaha Effendy Sahputra melalui sejumlah orang perantara.

Effendy disebut mengeluarkan cek Rp 576 juta yang dicairkan di Bank Sumut oleh orang kepercayaannya berinisial AT. Duit pencairan cek ini kemudian dititipkan kepada petugas bank, lalu diambil Umar Ritonga.


Sekitar pukul 18.15 WIB, Umar datang ke bank mengambil uang Rp 500 juta dalam tas keresek yang dititipkan kepada petugas Bank Sumut. Namun, Umar kabur saat akan ditangkap.

KPK mengatakan sempat mengejar Umar. Kini KPK juga telah mengirimkan surat kepada Polri untuk memasukkan Umar dalam daftar pencarian orang (DPO).

Bupati Pangonal dan Umar telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Effendy ditetapkan sebagai tersangka pemberi.
(haf/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com