detikNews
Selasa 24 Juli 2018, 16:19 WIB

Kemenhub Ajak Maskapai Ambil Peluang Selama Asian Games Hingga Haji

Muhammad Idris - detikNews
Kemenhub Ajak Maskapai Ambil Peluang Selama Asian Games Hingga Haji Foto: Dok. Ditjen Udara Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut penerbangan Indonesia saat ini sudah menduduki tempat di dalam jajaran elit di penerbangan dunia. Hal ini dilatarbelakangi adanya pengakuan internasional terhadap keselamatan penerbangan oleh tiga otoritas penerbangan dunia, yaitu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), FAA Amerika, dan EASA Uni Eropa yang sudah mencabut Larangan terbang ke Eropa.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, mengajak semua stakeholder penerbangan nasional untuk mengembangkan opportunity tersebut, sehingga bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.

"Kami mengajak semua operator dan stakeholder penerbangan nasional untuk mengembangkan opportunity yang saat ini dimiliki Indonesia. Kita sekarang sudah dikenal oleh dunia dengan tingkat keselamatan penerbangan yang tinggi," kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (24/7/2018).

"Untuk itu mari kita manfaatkan opportunity ini sehingga bisa mengembangkan bisnis penerbangan nasional dan pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia," tambahnya.


Di sisi lain, Agus juga meminta para stakeholder untuk bekerja sama menjaga dan mengembangkan keselamatan, serta keamanan penerbangan nasional yang sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi ini.

"Saya berpesan pada para stakeholder baik itu operator, regulator dan masyarakat agar pencapaian kita yang sudah tinggi ini dipertahankan. Kita harus punya rencana untuk continuing airworthines. Regulator harus tetap mempertahankan oversight dan surveillance, sedangkan operator harus tetap mematuhi aturan dan standar prosedur operasi masing-masing yang sudah ditetapkan, karena nyawa manusia itu tak ternilai harganya," lanjutnya.

Namun demikian, Agus juga menyatakan agar hubungan regulator dan operator dipererat untuk bisa saling bekerja sama. Menurutnya, continuing airworthines hanya bisa dilakukan dengan baik jika antara regulator dan operator terjalin hubungan yang harmonis untuk bisa saling tukar menukar pengalaman dan mbuat solusi strategi, serta kerja sama yang bagus, tidak hanya terpaku pada pemerintah dan yang diperintah.

"Regulator hendaknya tegas menegakkan regulasi, namun juga berdiskusi teknis dengan para operator dan bertukar pikiran untuk penyempurnaan terhadap masalah teknis yang terkait dengan pesawat terbang, bandara, controlling navigation dan sebagainya dengan operator manufacture penerbangan dan masyarakat," tutur Agus.


"Selain itu juga bisa saling berbicara bersama mengenai perkembangan bisnis dan industri penerbangan nasional ke depannya sehingga penerbangan nasional bisa berjalan berkelanjutan secara selamat, aman dan nyaman serta taat terhadap aturan yang berlaku," ujar Agus lagi.

Agus menyampaikan beberapa isu hangat yang saat ini menyelimuti penerbangan nasional. Di antaranya terkait penerbangan haji 2018 yang saat ini sedang berlangsung, perhelatan Asian Games yang akan berlangsung bulan Agustus-September, hidrolik leak beberapa jenis pesawat, terkait pengamanan senjata api di bandara, pendodosan bagasi penumpang, dan tingkat ketepan waktu penerbangan (OTP dan delay).

Terkait penerbangan haji, Agus meminta operasional penerbangan dan layanan di bandara yang saat ini sudah sangat baik untuk dijaga dan ditingkatkan mengingat yang dilayani adalah mereka yang berhaji. Hal-hal kecil yang berpotensi mengganggu kenyamanan, keamanan dan keselamatan harus diperhatikan dan diminimalkan.

Sedangkan untuk menyambuat Asian Games, Agus meminta para maskapai untuk memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan bisnis penerbangan. Para pengelola bandara juga harus siap untuk menyambut para delegasi olahraga negara lain tersebut dengan mempersiapkan hal-hal teknis terkait keamanan dan layanan. Untuk AirNav Indonesia diharapkan selalu melakukan kontrol rutin untuk keselamatan dan kenyamanan penerbangan.


Terkait hidrolik leak beberapa jenis pesawat, pengamanan senjata api di bandara dan pendodosan bagasi penumpang, Agus meminta para stakeholder untuk bekerjasama agar kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terkait hal tersebut diminimalisir dan tidak terjadi lagi.

Agus juga memberi apresiasi terhadap ketepatan waktu maskapai penerbangan nasional yang sudah mulai membaik. Dia meminta ketepatan waktu maskapai terus ditingkatkan bekerjasama dengan pengelola bandara dan AirNav Indonesia.



Tonton juga video: 'Negara Rugi Rp 43 Triliun, Kemenhub Siap Tindak Truk 'Obesitas'

[Gambas:Video 20detik]


(idr/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com