DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 23:00 WIB

Kontroversi Waring Penutup Buruk Rupa Kali Item

Mochamad Zhacky, Eva Safitri - detikNews
Kontroversi Waring Penutup Buruk Rupa Kali Item Kali Sentiong dekat wisma atlet ditutupi dengan waring untuk mengurangi bau dari kali tersebut. (Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Jurus Usir Bau Kali Item
Jakarta - Instruksi Gubernur DKI Anies Baswedan memasang waring (jaring) di Kali Item dekat wisma atlet Kemayoran dikritik. Pemasangan waring dinilai bukan solusi tepat bila bertujuan mengurangi bau tak sedap Kali Item.

Anies mengatakan pemasangan jaring untuk mengurangi penguapan dari Kali Item. Anies berharap pemasangan tersebut akan mengurangi bau tak sedap.

"Di lokasi kita kurangi pencahayaan (dengan waring) sehingga mengurangi evaporasi, harapannya tidak tercium (bau tak sedap). Bukan hanya menutup, tapi juga aroma," kata Anies, Jumat (20/7/2018).


Tonton juga video: 'Bersolek Instan Kali Sentiong demi Asian Games'

[Gambas:Video 20detik]


Pemprov DKI, menurutnya, sudah melakukan berbagai macam cara sebelum memasang waring untuk mengurangi bau. Salah satunya adalah meminta pengusaha tahu di sekitar lokasi tidak membuang limbah ke kali.

Bukan cuma waring, pihak terkait juga memasang nano bubble yang diklaim bisa mengurangi bau tak sedap dari kali di sekitar wisma atlet.

"Nano bubble itu fungsinya sama dengan aerator untuk menghilangkan bau, juga sama dengan aerator. Bedanya kan itu (nano bubble) diaduknya di bawah, kalau aerator tadi di atas diaduknya," ujar Koordinator Rumah Pompa Aliran Timur Wilayah Jakarta Utara Sopyan.


Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyindir waring yang menutupi Kali Item dekat wisma atlet Kemayoran bukan solusi mengatasi bau. Bestari menyinggung Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang seharusnya memberikan solusi mengatasi bau Kali Item agar tidak mengganggu atlet Asian Games.

"TGUPP itu kan ahli semua isinya. Ya, (TGUPP) harusnya bisa menemukan orang, ataupun lembaga, ataupun badan yang memang konsentrasi ke situ (menghilangkan bau dari kali)," kata Bestari.

Dia menyebut pemasangan waring bukan solusi untuk masalah bau tak sedap dari Kali Item, yang airnya mengalir ke Kali Sunter. Menurutnya, waring hanya menghambat bau naik ke atas.


"Jadi, kalau menurut pandangan saya, itu hanya solusi-solusian, ya. Dibilang solusi sementara juga bukan. Jadi, kalau ditutup oleh waring, itu kan hanya menghambat bau yang akan naik ke atas, tuh," terang Bestari.

Kritik juga disampaikan Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Veri Yonnevil. Pemasangan waring dinilai tidak menyelesaikan pangkal persoalan.

"Sebenarnya nggak perlu yang begitu. Ya, kali bau itu penyebabnya apa? Berarti kan dari hulunya dibersihkan. Itu buang-buang anggaran saja," ujarnya.


Menurut Veri, pemasangan waring di Kali Item tidak akan menyelesaikan persoalan bau dari kali.

Pemprov tetap melanjutkan pemasangan waring. Dinas Kehutanan DKI Jakarta menyiapkan tanaman rambat untuk mempercantik waring yang menutupi Kali Item.

"Itu tanaman kita kan ada di pinggir, yang sekarang lagi diubah sama (Dinas) Tata Air. Nah, itu nanti akan dikembalikan lagi untuk kemudian yang rambatannya diarahkan. Ada yang diarahkan rambatannya ke pagar, ada yang ke jaring," kata Kadishut DKI Djafar Muchlisin.


Kontroversi Waring Penutup Buruk Rupa Kali Item

(fdn/jbr)
FOKUS BERITA: Jurus Usir Bau Kali Item
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed