DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 16:39 WIB

Peradi Kenalkan e-Court ke Para Advokat

Noval Dhwinuari Antony, Sahaya Anisa - detikNews
Peradi Kenalkan e-Court ke Para Advokat Peradi sosialisasikan e-court kepada advokat (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Peradi pimpinan Juniver Girsang menggelar sosialisasi soal administrasi perkara di pengadilan secara elektronik (e-court) kepada para advokat. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap Perma MA 3/2018 tentang administrasi perkara di pengadilan secara elektronik.

"Sosialisasi ini sangat penting bagi advokat, karena advokat nantinya wajib mengikuti aplikasi e-court. Apilkasi e-court ini merupakan suatu sistem layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara perdata secara online, sekaligus nantinya akan mendapatkan taksiran panjar biaya perkara, pembayaran secara online, dan pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik," ujar Juniver.

Sosialisasi aplikasi e-court kepada advokat digelar di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018). Aplikasi e-court dibuat MA untuk memudahkan administrasi perkara perdata secara elektronik.
Untuk itu, para advokat saat menangani perkara perdata nantinya tidak perlu lagi datang ke pengadilan untuk mendaftar. Para advokat dapat mendaftar melalui e-filling.

"Sehingga, mempersempit adanya interaksi langsung antara advokat dan pegawai pengadilan," ucapnya.

Sementara itu, Dirjen Badan Peradilan Umum, Herri Swantoro, menjelaskan pengguna dari aplikasi tersebut hanya diberi status terdaftar apabila dapat diverifikasi oleh pengadilan tinggi. Pengguna terdaftar pun tunduk pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Pelanggaran pada syarat tersebut ada teguran, penghentian hak akses, penghentian hak akses permanen. Maka nantinya kalau memang ada pemalsuan bisa lanjut ke ranah pidana," jelas Herri.
Lingkup administrasi e-court ini hanya berlaku untuk perkara perdata agama, tata usaha militer, dan tata usaha negara. Namun aplikasi ini memang belum bisa berjalan full secara elektronik.

"Jenis prosesnya tadi ada sudah saya sampaikan. Gugatan dengan konsep Perma nomor 3 tahun 2018, menerima gugatan permohonan melalui gugatan online. Namun demikian, pada saat selesai gugatan itu terverifikasi dan dapat nomor masih manual dulu. Artinya jawaban ini bisa didapat karena harus melalui panggilan yang konvensional dulu," jelas Herri.

"Karena kan tidak tahu apakah mereka itu diwakili oleh advokat ataukah mereka yang akan menghadapi gugatan tersebut. Oleh karena itu setelah nanti di manual, dan para pihaknya sudah bisa dihubungi dan sepakat setuju terutama prinsipalnya untuk menggunakan jalur ini baru per acara jalan terus menerus" imbuhnya.
(nvl/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed