DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 13:03 WIB

Sandiaga Bicara Angka Pengangguran ke Mahasiswa PNJ

Mochamad Zhacky - detikNews
Sandiaga Bicara Angka Pengangguran ke Mahasiswa PNJ Foto: Sandiaga Uno mengisi seminar di PNJ (Zhacky/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghadiri seminar kewiraushaan di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok. Sandiaga membandingkan angka pengangguran di Indonesia dengan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Seminar bertajuk 'Vocational Education and The Future Job in Indonesia' digelar di aula Gedung Rektorat PNJ, Depok, Jawa Barat, Kamis (19/7/2018). Direktur PNJ Abdiillah ikut mendampingi Sandiaga saat memberikan materi kepada para mahasiswa.


Sandiaga awalnya menyebut lima negara yang ada di Asia Tenggara. Dari sisi infrastruktur, lima negara tersebut tak lebih maju dibandingkan dengan Indonesia, namun lebih baik dari aspek angka pengangguran.

"Kamboja, Thailand, Laos, Vietnam, Myanmar. Angka pengangguran Indonesia dibandingkan dengan lima negara tinggian mana? Sayangnya, angka pengangguran kita justru lebih tinggi dari 5 negara tadi," kata Sandiaga di hadapan mahasiswa PNJ.


Sandiaga Bicara Angka Pengangguran ke Mahasiswa PNJFoto: Sandiaga Uno mengisi seminar di PNJ (Zhacky/detikcom)

Sandiaga menuturkan di era globalisasi sekarang ini masyarakat harus diberikan keleluasan untuk berinovasi. Menurutnya, kebijakan pemerintah tak boleh melarang masyarakat membuka kegiatan usaha di rumah

"Do it your style, ekonomi, inovasi. Jangan pemerintah membuat regulasi yang membatasi inovasi dari rumah. Kita ingin taleta-talenta terbaik membangun ekonomi dari rumah sendiri," terang Sandiaga.

Untuk meningkatkan kualitas ekonomi, masyarakat juga harus bekerja keras. Sandiaga mencontohkan bagaimana orang-orang di luar negeri yang mau bekerja paruh waktu.

"Geek ekonomi, ini adalah orang-orang dulu yang dikucilkan. Kadang-kadang mereka bekerja paruh waktu. Mungkin pagi-pagi dia bekerja di depan komputer, siang mengajar, malamnya mungkin dia menjadi chef," papar Sandiaga.


Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS itu juga bicara soal Pilpres kepada mahasiswa PNJ. Dia mengaku gusar dengan elite partai yang selalu bicara soal siap capres dan cawapres.

"Perubahan itu dimulai oleh anak muda. Saya terenyuh, ada satu kontestasi nasional di 2019. Ada pembicaraan itu hanya bicara politik, siapa capres, siapa cawapresnya. Tak ada pernah ada pembicaraan mengenai apa gagasan yang akan ditawarkan," sesal Sandiaga.

Dia pun mengajak mahasiswa PNJ untuk memikirkan gagasan apa yang harus dipikirkan para pemangku politik untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. "Saya ingin tetap waras dalam kontestasi seperti ini untuk mengajak mahasiswa apa gagasannya, apa idenya?" ucap Sandiaga.
(zak/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed