DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 17:25 WIB

Ramai Artis Nyaleg, SMRC: Bisa Dongkrak Popularitas Partai

Zunita Amalia - detikNews
Ramai Artis Nyaleg, SMRC: Bisa Dongkrak Popularitas Partai Artis hingga Mantan Pelatih Timnas Gabung Partai NasDem. (Rengga Sancaya/detikcom)
FOKUS BERITA: Bursa Transfer Caleg
Jakarta - Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan angkat bicara soal fenomena artis ramai-ramai mendaftar calon legislatif pada Pileg 2019. Djayadi menduga kemungkinan alasannya mendongkrak popularitas partai di mata masyarakat.

"Kalau NasDem saya kira dia ingin punya kandidat yang benar-benar dan yang betul-betul populer di dapil masing-masing. Sehingga nanti bisa jadi jangka bagi mereka kalau-kalau Jokowi nggak laku atau mesin partainya nggak kuat di daerah lain sehingga saya kira itu salah satu cara kenapa ramai-ramai artis ke NasDem, entah artisnya yang ke NasDem atau NasDem-nya yang mengambil artis-artis," ujar Djayadi saat diskusi di The Indonesian Institute, Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2018).


Dia menyebut ada tiga faktor yang bisa menentukan partai politik menang saat Pileg 2019. Jika ketiga faktor itu, dikombinasikan dia yakin partai itu bakal sukses.

"Faktor pertama simbol partai dan mesin partai, faktor kedua adalah kekuatan kandidat di dapil," ungkapnya.


Menurutnya, kedua faktor ini bisa bertentangan dan bisa juga beriringan tergantung mesin partai tersebut dan aktor yang menggerakkannya.

"Faktor mesin partai dan kandidat, ini keduanya bisa bertentangan dan beriringan. Misalnya PPP kalau diperhatikan PPP 50 persen kadernya nggak suka Jokowi, 50 persen lainnya suka dengan Jokowi. Gimana mesin partai mau gerakan teman-temannya? Bisa jadi mesin partai nggak penting karena itu kekuatan kandidat yang bisa mengatur tergantung dapil," jelas dia.


Terakhir, dia menjelaskan ada faktor Efek Ekor Jas (EEJ) atau coat-tail-effect, yaitu ketokohan presiden dan wakil presiden yang dicalonkan suatu partai. Menurutnya, itu menjadi faktor yang mempengaruhi kemenangan suatu partai politik.

"Faktor ketiga adalah EEJ efek ekor jas atau coat-tail-effect, jadi siapa presiden dan wakil presiden yang dicalonkan itu bisa pengaruh di tingkat dapil, tapi nggak semua efek negatif, bisa juga positif. Maka anda akan lihat strategi macam-macam di setiap dapil," terangnya.

"Saya kira partai yang pandai nggak akan gunakan satu strategi untuk gunakan kemenangannya di 2019. Itu salah satu cara kenapa ramai-ramai artis ke sana," imbuh dia.
(ams/ams)
FOKUS BERITA: Bursa Transfer Caleg
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed