DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 14:49 WIB

Jemaah Abu Tours di Sumsel Minta Aset Dikelola Pemerintah

Raja Adil Siregar - detikNews
Jemaah Abu Tours di Sumsel Minta Aset Dikelola Pemerintah Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain (Foto: Raja Adil Siregar-detikocm)
Palembang - Aset-aset Abu Tours di berbagai daerah telah disita polisi dan kini terus dipersoalkan. Lalu bagaimana nasib aset Abu Tours yang ada di Palembang?

Abu Tours diduga memiliki aset senilai Rp 5 miliar, aset itu dalam bentuk bangunan ruko dengan 4 pintu. Bangunan ruko Abu Tours digunakan untuk kantor cabangnya di Bumi Sriwijaya.

"Untuk aset Abu Tours semua sudah kami amankan dan diserahkan sepenuhnya ke Polda Sulawesi Selatan. Kami dari Polda Sumatera Selatan hanya bersifat backup aset saja kemarin," kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (17/7/2018).



Zulkarnain mengaku tak merincikan aset apa saja yang ada di Palembang. Hal ini dikarenakan seluruh aset sudah menjadi kewenangan penyidik di Polda Sulawesi Selatan.

"Saya gak tahu berapa dan apa saja aset Abu Tours di sini, yang saya tau ada kantor di Pakjo (Jalan Inspektur Marzuki). Tapi semua di bawah pengawasan penyidik di Sulawesi Selatan," kata zulkarnain.

Saat dikonfirmasi terpisah, Ketua Aliansi agen mitra dan jemaah Abu Tours cabang Palembang, Edi Wibowo mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Sumsel dan Polda Sulsel terkait aset Abu Tours.

"Saya sudah koordinasi soal aset milik Abu Tours di Palembang dengan polisi di Sumsel dan Sulsel. Kami tak akan minta aset di Palembang untuk menutupi kerugian agen dan jemaah," kata Edi.



Edi menyebut, saat ini aset Abu Tours di Kota Pempek hanya berkisar Rp 5 miliar dalam bentuk ruko 4 pintu. Sedangkan kerugian agen dan jemaah mencapai triliunan jika dikalkulasikan jumlah 70 agen dan 6.000 jemaah.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangi Pengadilan Niaga di Makassar. Mereka meminta aset milik Abu Tours dikelola oleh pemerintah dan dimanfaatkan untuk memberangkatkan ribuan jemaah yang gagal berangkat.

"Saya rasa tuntutan kami sama dengan jemaah di Makassar. Kami minta solusi terbaik dan pemerintah mengelola aset untuk memberangkatkan jemaah yang gagal berangkat," katanya.
(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed