DetikNews
Minggu 15 Juli 2018, 21:01 WIB

Cerita Ngabalin: Menantang 'Pak Tua' Amien, Diserang Balik PAN

Ray Jordan - detikNews
Cerita Ngabalin: Menantang Pak Tua Amien, Diserang Balik PAN Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyebut kesepakatan akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia adalah sebuah kebohongan. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menantang Amien Rais untuk mengeluarkan data terkait tudingan itu.

Amien Rais menyinggung pemerintah yang baru saja menyepakati akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Menurut Amien, hal itu hanya sebuah kebohongan.

"Seolah-olah kita sudah senang karena Freeport kembali ke tangan Ibu Pertiwi. Buat saya, itu hanya, maaf, bohong-bohongan, karena operasional masih mereka, semuanya masih mereka. Gitu," kata Amien di lokasi acara di aula Masjid Al-Furqon, Jakarta Pusat, Sabtu, (14/7/2018).


Namun Amien tidak mau melanjutkan ucapannya soal Freeport itu. "Saya tidak ingin mendalami ini karena ada yang lebih ahli, nanti saya bisa keliru," ujarnya.

Terkait hal itu, Ali Mochtar Ngabalin menanggapi pernyataan Amien Rais tersebut. Dia menantang Amien menunjukkan data-data jika bicara.

"Suruh saja cari jalan agar pak tua itu siapkan data-datanya yang benar kalau tunjuk batang hidung kementerian ESDM dan pemerintah Indonesia itu bohong soal kepemilikan saham Indonesia itu 51%," kata Ngabalin saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/7/2018).

"Kalau Pak Amien mau menaikkan popularitasnya sebagai calon presiden dan atau mau menaikan elektabilitasnya sebagai calon presiden "taksi" tidak usah dengan cara memfitnah dan menyebarkan kebencian pada pemerintah," sambungnya


Ngabalin mengatakan, pernyataan-pernyataan Amien selama ini yang menyerang pemerintah sama sekali tidak berbasis data. Ngabalin menilai Amien justru menjatuhkan kredibilitasnya sebagai tokoh karena berpolitik dengan cara yang tidak lazim.

Ngabalin mengaku sedang berada di Yogyakarta mendampingi Presiden Jokowi kunjungan kerja. Dia menyebut, warga Yogya banyak yang memberi dukungan kepada Jokowi, berbeda dengan sikap Amien Rais.

"Tidak jarang mereka ada yang mengomentari dan memberi dukungan 'kami dukung pak Jokowi juga setelah sorban Ngabalin ada di Istana', 'lawan pak tua itu mas Ngabalin'. Saya tanya siapa pak tua yang njenengan maksudkan 'ya siapa lagi kalau bukan calon presiden "taksi" nama saya Rais nggak pakai Rais'. Oh saya baru tahu kalau pak tua itu Amien Rais maksudnya," sindir Ngabalin.


Ngabalin kemudian menantang Amien. Dia meminta Amien menunjukkan data-data karena berani menyebut akuisisi saham PTFI oleh pemerintah hanya bohong.

"Pak Amien Rais saya tunggu Anda di mana saja Pak Amien Rais mau serahkan kepada saya tentang data dan dokumen Anda yang benar tentang bohongnya pemerintah atas kepemilikan saham 51% Indonesia," ujarnya.

Ngabalin mengatakan, sebaiknya Amien tidak usah menyerang pemerintah dengan menyebarkan fitnah.

"Bagi saya masa sih seorang Amin Rais menutup mata dan gelapnya hati dan pikirnya bahwa selama selama 50 tahun berjalan dari Indonesia hanya memiliki saham 9,36% dan pada tahun 2018 di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi mengontrol dan mengintruksikan langsung renegosiasi 2018 ini Indonesia berhasil menjadikan freeport sebagai saham matoritas," jelasnya.

"Masa sih seorang Amin Rais tega membohongi majelis pengajian saat berceramah dengan memutarbalikkan fakta-fakta yang ada. Tolong kabari, salam CEO Freeport-McMoRan, Richard Adkerson ke Amin Rais dengan pernyataan "saya pikir ini adalah langkah yang sangat positif, kami telah bekerja sama beberapa bulan terakhir untuk memenuhi instruksi Presiden Widodo kepada kami, untuk menemukan win-win solution." Bilang sama Amien Rais fitnah dan cacianmu telah dimaafkan oleh Presiden Joko Widodo. Salam dari saya Ali Mocthar Ngabalin," sambungnya.

PAN lantas menanggapi tantangan Ngabalin ini. Ketua Umum Barisan Muda PAN Ahmad Yohan mengatakan, dirinya merasa kasihan dengan Ngabalin. Pasalnya, dia menilai Ngabalin tidak banyak membaca terkait persoalan akuisisi PT Freeport tersebut.

"Kita ini sedih saja, negara sebesar ini punya staf khusus kepresidenan yang nggak pernah baca, nggak ngerti persoalan, tapi ngomong saja," kata Yohan kepada detikcom, Minggu (15/7/2018).

Yohan mengatakan, jauh sebelum Amien Rais bicara soal akuisi saham PT Freeport sebesar 51 persen tersebut, beberapa pakar telah mengemukan pendapatnya. Seperti Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana yang menilai perjanjian soal akuisi saham tersebut janggal.


Tonton juga 'Amien Rais Nyapres, PKS: Wacana Boleh Saja, Asal...':



"Saya kira jauh sebelum Pak Amin ngomong seperti ini, banyak ekonom, pakar yang membuka persoalan ini. Ada tulisan Dradjat Wibowo, ada tulisan Hikmahanto Juwana, ada mantan Menteri Keuangan Fuad Bawadzir ya, mereka memang protes seperti yang diungkapkan Pak Amien itu. Sehingga saya kasihan saja, jadi pemerintah takut dikritisi lalu kemudian asal ngomong saja staf itu," ujar Yohan.

Yohan juga menegaskan, apa yang disampaikan oleh Amien Rais berdasarkan data dan fakta yang kuat. Namun, dia mengatakan, Ngabalin tidak mengerti persoalan itu.

"Ya, berdasarkan data dan fakta yang banyak. Hanya kasihan saja, mungkin Ngabalin nggak baca, kan baru jadi staf ahli kan, jadi dia nggak ngerti soal banyak hal, tapi dia ini sama saja seperti satpam. Kadang, satpam ini, lebih galak," ungkapnya.

Yohan menambahkan, sebaiknya pemerintah terbuka dengan setiap kritikan dan masukan yang ada. Jangan langsung ditanggapi dengan cara yang tidak baik.

"Ini persoalan penting, persoalan masalah bangsa kita. Kalau kemudian dikritisi untuk kepentingan bangsa kita lalu ditanggapi dengan cara seperti itu kan sedih kita. Jadi saya kira, janganlah. Ini soal pencitraan, tapi ini jauh lebih (penting) dari itui, ini persoalan bangsa kita," katanya.


Selain itu, Yohan juga menduga tanggapan dan tantangan yang diberikan oleh Ngabalin lebih bersifat politis. Sebab, dia menilai, Ngabalin selalu menaggapi pernyataan yang terlontar dari Amien Rais, sementara dari pihak lain tidak.

"Kenapa kalau Pak Amien yang ngomong lalu diserang? Iya, ini benar. Ini banyak yang ngomong, tapi tidak pernah ditanggapi Ngabalin. Kalau Ngabalin itu mau menanggapi, jangan Pak Amien saja, tanggapi itu banyak pakar. Tapi kalau Pak Amien yang ngomong, ini kepanasan. Jadi saya kira ini cenderung ke politis, menjaga citra pemerintah," jelasnya.

"Ini kan Pak Amien bicara soal kepentingan bangsa, tapi kemudian mereka ini menanggapi yang begituan saja. Dan yang lebih sedih, tu Ngabalin itu nggak pernah baca, nggak tahu banyak persoalan yang terkait dengan Freeport ini," tambahnya.

Cerita Ngabalin: Menantang 'Pak Tua' Amien, Diserang Balik PAN

(jor/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed