DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 23:04 WIB

Saat Jokowi-Prabowo Saling Intip

Ferdinan - detikNews
Saat Jokowi-Prabowo Saling Intip Presiden Jokowi dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Dok. detikcom)
Jakarta - Utak-atik capres-cawapres bikin parpol makin gencar melakukan lobi-lobi politik. Waktu menjelang pendaftaran capres/cawapres makin mepet.

Intensitas pertemuan setidaknya terjadi di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, dan pertemuan yang dilakukan elite lintas parpol.

"Saya sampaikan, ini musim politik," kata Prabowo di kediamannya, Sabtu (7/7).


Prabowo hari itu sibuk menerima kedatangan para jago Gerindra di pilgub, seperti cagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan cagub Jabar Sudrajat setelah sehari sebelumnya menerima cagub Jateng Sudirman Said.

Di kediamannya, Prabowo juga menerima kedatangan Waketum Demokrat Syarief Hasan mewakili Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjajaki pembahasan koalisi pilpres.

Ada sejumlah nama yang mulai disebut masuk daftar kandidat untuk mendampingi Prabowo. Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, termasuk Ahmad Heryawan.


Bagaimana dengan Jokowi? Gerakan politik Jokowi menyeleksi calon pendampingnya di Pilpres 2019 tak terlihat di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai presiden.

"Sudah ada, tinggal diumumin," kata Jokowi, Sabtu (7/7).

Selang beberapa hari kemudian, Jokowi kembali bicara soal bakal cawapres pendampingnya. Jokowi menegaskan penggodokan calon masih dilakukan.

"Sepuluh mengerucut ke lima," ujar Jokowi, Rabu (11/7).

Saat ditanya soal nama cawapres yang sudah dikantonginya, Jokowi menjawab datar. "Ya semuanya ada. Ada 'Join' (Jokowi-Cak Imin), 'Sejoly' (Setuju Jokowi-Jimly), Jokowi-TGB, Jokowi-Airlangga, Jokowi-Mahfud MD," kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan detikcom di Istana Merdeka, Rabu (11/7).


Tapi koalisi Jokowi dan Prabowo masih saling menunggu. Sama-sama mengeluarkan desakan agar capres yang diusung lebih dulu mengumumkan nama cawapres.

"Pada intinya, saya nggak berspekulasi, saya sampaikan nama-nama tersebut ada di kantong Prabowo dan kita nggak mau para wartawan itu mereka-reka, kita nggak mau kayak 'toko sebelah'. Ada tapi nggak mau diumumin," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno.

Sandiaga mengatakan Gerindra terbuka soal nama-nama cawapres yang digodok mendampingi Prabowo Subianto. Termasuk nama Gubernur DKI Anies Baswedan, yang masuk radar cawapres.

"Kita sih sebutin aja nama-namanya, AHY, Anies ada, kita sebutin juga yang menjadi konsideran Pak Prabowo, Aher ada, 9 nama di PKS, yes, PAN 4 nama, yes, jadi masyarakat juga nggak mereka-reka, kita transparan," tegas Sandi.

Saling intip cawapres diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera. Menurutnya, penentuan nama cawapres itu tergantung dinamika partai oposisi yang hingga kini juga belum mengumumkan cawapres.

"Semua mempunyai kesempatan yang sama, cuma sekarang kita lihat harus memperhatikan dari pihak sebelah mengeluarkan siapa," kata Andreas, Kamis (12/7).
(fdn/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed