DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 17:35 WIB

Bela Susi, Golkar Jelaskan Langkah Awal yang Disindir Fahri

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Bela Susi, Golkar Jelaskan Langkah Awal yang Disindir Fahri Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal 'pemberantasan illegal fishing adalah langkah awal'. Partai pendukung pemerintah, Golkar, membela Susi.

Wasekjen Golkar Sarmuji menilai Fahri tak utuh menangkap pesan yang disampaikan Susi. Fahri, kata dia, tak memahami konteks pernyataan.

"Konteksnya aja sebenarnya Pak Fahri menangkapnya nggak utuh aja disebut langkah awal itu bukan seperti yang dipersepsikan orang-orang itu," kata Sarmuji di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (12/7/2018).



Sarmuji menjelaskan langkah awal yang dinyatakan Susi sebelumnya. Langkah awal yang dimaksud bukanlah baru dimulainya pemberantasan illegal fishing di Indonesia.

"Ilegal fishing kan persoalan besar yang sudah mengakar bertahun-tahun sebenarnya langkah awal itu bukan langkah awal baru mulai oleh Bu Susi, tapi yang dimaksud pekerjaan ini sudah mulai menghasilkan sesuatu tapi belum tuntas gitu aja," ujarnya.

"Bukan seperti yang dipersepsikan orang langkah awal baru mau mulai, bukan, tapi pekerjaan ini sudah dilakukan dan dilakukan dengan cara relatif benar. Namun, karena persoalannya sedemikian besar, tentu tidak bisa tuntas dalam waktu singkat," lanjut Sarmuji.



Sebelumnya, Fahri melalui akun Twitter-nya me-retweet berita Antara berjudul 'Menteri Susi tegaskan pemberantasan pencurian ikan baru langkah awal'. Fahri mempertanyakan mengapa kinerja selama 5 tahun baru menjadi langkah awal.

"Dikasih waktu 5 tahun dijadikan langkah awal...seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggungjawab atas amanah namanya...kalau 5 tahun lagi kan belum tentu terpilih...," tulis Fahri.

Susi pun kemudian membalas tweet Fahri. Susi meminta Fahri membaca utuh pernyataannya.

"Sebaiknya baca seluruh statemen saya. Jangan dipotong separuh separuh. Akhirnya seolah seperti yang anda pikir. Naif !!!" tulis Susi melalui akun Twitter-nya.
(gbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed