DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 02:35 WIB

Belasan Peserta Festival Wirakarya Kesurupan, Ini Dugaan Penyebabnya

Muhammad Aminudin - detikNews
Belasan Peserta Festival Wirakarya Kesurupan, Ini Dugaan Penyebabnya Korban dibawa ke puskesmas memakai ambulans. (Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang - Belasan peserta Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2018 kesurupan. Diduga awalnya korban mengalami kelelahan.

"Bisa saja disebabkan karena kelelahan. Secara fisik mereka tidak kuat dan butuh istirahat. Jadi banyak yang pingsan ketika dibawa ke sini," ungkap tenaga medis Puskesmas Kedungkandang pada detikcom di ruang perawatan, Kamis (12/7/2018), dini hari.

Belasan korban mayoritas perempuan ini mengalami mual dan muntah. Tenaga medis memberikan bantuan oksigen agar kondisi para korban cepat membaik.

"Tadi cepat kok, kita beri oksigen dan beberapa obat. Kini kondisi mereka sudah banyak yang membaik," terang perempuan berjilbab ini.


Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2018 digelar pada 9-12 Juli 2018 di perkampungan Jalan Muharto Gang V, Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan digelar Kwarda Jawa Timur zona 3 Malang Raya (Kota, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), yang diikuti siswa-siswi SMA dan SMK.

Sejak pukul 19.00 WIB, para peserta mengikuti malam hiburan dengan menggelar panggung musik. Acara yang bubar sekitar pukul 22.00 WIB itu dikejutkan oleh puluhan peserta mayoritas perempuan yang jatuh pingsan dan histeris.

Dugaan pun menguat mereka kesurupan. Para korban dilarikan ke puskesmas terdekat (Kedungkandang). Hingga kini sejumlah korban masih ada yang menjalani perawatan di puskesmas.

Korban dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatanKorban dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. (Muhammad Aminudin/detikcom)
Handy, salah satu peserta dari SMK Negeri 8 Kota Malang, mengaku, pascakonser musik, semua peserta diminta kembali ke home stay, yakni rumah penduduk yang dijadikan tempat menginap selama kegiatan.

"Karena ada beberapa insiden saat konser musik. Anak laki-laki disuruh kembali ke home stay lebih dulu, yang perempuan menunggu di gedung SD. Mendadak banyak histeris dan pingsan anak-anak perempuannya," ujar Handy saat datang ke puskesmas untuk mendampingi rekannya ini.

Dikatakan, kegiatan banyak diisi untuk mengubah wajah perkampungan dengan mewarna. Seperti tema kegiatan Kampung Kelir Pramuka. "Ya mewarna perkampungan, dan banyak kegiatan lain. Besok sudah selesai acaranya," katanya.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed