DetikNews
Senin 09 Juli 2018, 22:17 WIB

Cawapres Jokowi Menanti Cuaca Cerah

Haris Fadhil, Elza Astari Retaduari, Indra Komara - detikNews
Cawapres Jokowi Menanti Cuaca Cerah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Istimewa)
Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri masih berteka-teki soal waktu pengumuman cawapres yang akan diusung mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Megawati memberi kode menunggu waktu cerah untuk mengumumkan nama itu.

Jokowi telah bertemu Megawati di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7), selama 1 jam 50 menit. Megawati dan Jokowi mengobrol sambil menikmati secangkir teh di ruang tamu dengan background sang proklamator, Sukarno. Megawati-Jokowi juga menikmati makan malam bersama.


Pada dua foto pertemuan kedua tokoh tersebut, terlihat senyum mengembang dari bibir Megawati. Jokowi juga tampak menyunggingkan senyum di salah satu foto itu. Keduanya membicarakan cawapres Jokowi yang disebut telah diputuskan.

"Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar," ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Senin (9/7/2018).

Hasto menjelaskan menunggu cuaca cerah bisa diartikan mengintip siapa yang bakal menjadi rival Jokowi pada pilpres. Sebab, dalam politik harus ada kalkulasi yang matang.

"Ya macam-macam. Bisa kita lihat dukungan dari partai lain, kan kita terus melakukan lobi-lobi. Bisa melihat untuk mengintip dulu kira-kira dari pihak sana yang dicalonkan siapa. Kemudian juga momentumnya karena, sekali lagi, setiap peristiwa politik harus dikalkulasi secara matang seluruh aspeknya," kata Hasto setelah membuka Workshop Kaderisasi di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

PDIP meminta seluruh ketum parpol koalisi hadir saat pengumuman cawapres. Rencananya, ketua tim kampanye juga akan diumumkan sesegera mungkin.

"Jadi, selagi yang di sana masih bingung mencari calon presiden, buat kita saat ini mempersiapkan aspek-aspek pemenangan pemilu itu sendiri. Siapa yang jadi pimpinan koalisi untuk ketua tim kampanye. Itu kan hal yang harus disiapkan terlebih dahulu, sehingga momentum cuaca baik itu masuk kesiapsiagaan tim kampanye," paparnya.


Soal siapa nama cawapres Jokowi, Hasto belum mau membocorkannya. Begitu pun soal figur cawapres tersebut berasal dari kalangan parpol atau profesional.

"Kalau saya pribadi, kita ini kan konsisten dalam mengikuti tahapan. Kalau saya membaca dari Ibu Megawati, beliau ini kan konsisten dalam mengikuti tahapannya, tahapan pendaftarannya dari tanggal 4 sampai tanggal 10 (Agustus 2018). Kita juga harus melihat dinamika politiknya, seperti apa? Bagaimana kita menggalang seluruh kekuatan gotong-royong nasional," ujar Hasto.

"Jadi sekali lagi, kita tunggu momentum yang tepat antara tanggal 4 dan 10 dari cuaca yang terbaik untuk mengumumkan pasangan pemimpin bangsa tersebut," imbuhnya.

Sejauh ini, beberapa nama disebut-sebut berpeluang jadi cawapres Jokowi. Nama-nama itu termasuk ketum parpol, seperti Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Nama lain di antaranya Menko PMK sekaligus Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani, Gubernur DKI Anies Baswedan, mantan Ketua MK Mahfud MD, Kepala KSP Moeldoko, dan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan.
(idh/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed