detikNews
Jumat 29 Juni 2018, 15:42 WIB

Minta IT KPU yang Diteror Melapor, Polri Siap Koordinasi ke Interpol

Zunita Amalia Putri - detikNews
Minta IT KPU yang Diteror Melapor, Polri Siap Koordinasi ke Interpol Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. (Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta - Konsultan IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku diteror misscall aneh dari orang yang tidak dikenal. Polri mengimbau agar Tim IT KPU itu membuat laporan ke Bareskrim.

"Saya sudah bilang lapor saja ke Bareskrim, nanti kita cari. Kalau nggak tahu kita minta bantuan. Nomornya kan sudah ketahuan +100 itu sudah ketahuan dari mana daerahnya nanti kita minta tolong daerah sana," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

Dia juga mengatakan Polri telah bekerja sama dengan 193 Interpol di berbagai negara.

"Jadi Polri itu bekerja sama dengan 193 negara di Interpol. Kalau semua ada masalah kita tinggal minta tolong," ucap dia.

Sebelumnya, salah seorang konsultan IT KPU mengaku dibombardir miscall aneh yang terjadi mulai pada Rabu (27/6) pukul 24.00 WIB. Dia mendapatkan SMS berupa kode otentifikasi yang biasa digunakan untuk login ke sebuah layanan.

"Kemarin malam sekitar pukul 12 malam mendadak saya mendapat SMS otentikasi dari Telegram. SMS otentikasi ini berisi kode, yang bisa dipakai untuk login ke Telegram," kata Harry kepada detikINET, Kamis (28/6/2018).


Harry mengaku mendapatkan misscall dari nomor dengan awalan +100. Ada ratusan misscall yang masuk sampai ponselnya panas.

"Tadi malam tiba-tiba saya dibombardir misscall dari nomor-nomor asing. Rata-rata awalan +100. Sampai hape saya panas dan tidak bisa digunakan, ada ratusan miscall per jam, tanpa jeda sama sekali," tuturnya.


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com