DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 19:13 WIB

Ngabalin Minta Orang Dekat SBY Tak Beri Informasi Menyesatkan

Andhika Prasetia - detikNews
Ngabalin Minta Orang Dekat SBY Tak Beri Informasi Menyesatkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)
Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin meminta orang dekat Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak memberikan informasi yang salah kepada SBY. Segala informasi yang salah dinilai dapat menurunkan reputasi SBY.

"Makanya saya bilang ke circle beliau, jangan beri informasi yang mem-feeding beliau, kasihan. Itu artinya melakukan, men-downgrade. Itu kan guru besar, para tokoh kita. Kalau ngomong kan, coba Bapak lihat luar biasa perasaan yang dipakai, baperan. Janganlah, kasihan," ujar Ngabalin di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

SBY memang berbicara banyak hal saat jumpa pers di Bogor, Sabtu (23/6), mulai dugaan ada aparat tak netral hingga soal 'penggeledahan' rumah dinas eks Wagub Jabar Deddy Mizwar.

"Makanya saya bilang kemarin, 'Pak, Bapak tokoh politik, apalagi Bapak presiden ke-6 dua periode, 10 tahun.' Kalau beliau-beliau teduh, tidak membuat pernyataan yang luar biasa fatalnya," kata Ngabalin.


"Coba lihat, Deddy Mizwar selesai dinasnya tanggal 13 Februari, hari Selasa. Kalau serah-terima, ada yang menyerahkan dan menerima. Kan tidak bisa ini itu, ada mobil Alphard, Fortuner. Terus kalau Pj Gubernur melihat sekarang berdebu, apa urusannya?" tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Ngabalin mengklarifikasi soal foto viral Irjen Paulus Waterpauw dengan kader PDIP. Menurut Ngabalin, pose Paulus tidak ada hubungannya dengan pilihan PDIP di Pilgub Sumut, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus.

"Kalau Kapolda di Sumatera Utara itu kemarin itu kan beliau lagi menunggu Ibu Megawati sebagai presiden ke-5. Kemudian ada orang PDIP juga yang menunggu dan meminta foto. Mereka angkat begini, dua, karena PDIP, dia begini sebagai angkatan 87 kalau nggak salah. Jangan dijadikan fitnah murahan," pungkasnya.
(dkp/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed