DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 01:24 WIB

Cegah Kemacetan, Menhub Minta Rest Area di Tol Cipali Ditambah

Ibnu Hariyanto - detikNews
Cegah Kemacetan, Menhub Minta Rest Area di Tol Cipali Ditambah Salah satu rest area di Tol Cipali (Foto: Dhani Irawan/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pada arus mudik lebaran 2018 kemacetan masih kerap terjadi di rest area. Tol Cipali dinilai rest area-nya masih sedikit.

"Di Cipali karena memang kurang (rest area), itulah titik lelah atau titik ngebetnya orang mau ke belakang (toilet, red) itu di Cipali," kata Budi Karya di Gerbang Tol Cikarang Utama, Minggu (24/6/2018).


Budi berharap ada penambahan pembangunan rest area Tol Cipali. Sehingga pemudik mendapatkan banyak pilihan berhenti saat ingin beristirahat.

Dia meminta rest area itu dibangun setiap 10 km. Dia menargetkan pada libur Natal dan Tahun Baru 2019 rest area itu sudah bisa digunakan.

"Nah sekarang ini kami kami melihat korporasi harus baru membangun. Kita akan merekomendasikan kepada BPTJ untuk diperlakukan kepada korporasi setiap 10 kilometer just in case. Kalau korporasi tidak mau kami menganjurkan BPJT," ucapnya.


"Dimana pada saat tahun baru dan Natal itu sudah jadi. Masih ada waktunya tinggal 6 bulan. Saya pikir di setiap 10 kilometer bagus juga," sambungnya.

Selain di Tol Cipali, pembangunan rest area juga dilakukan di ruas tol yang lain. Namun, pembangunan itu harus benar-benar memperhatikan ekonomi kota-kota yang sekarang dilintasi jalan tol. Budi tak ingin keberadaan rest area justru mematikan potensi wisata di kota-kota tersebut.

"Memang ada suatu dilematis dari Pemda setempat kalau seumpamanya kita membangun rest area besar-besar, nanti sepanjang jalan, maka namanya Kota Brebes, Pekalongan itu tidak jadi destinasi lagi bagi yang lewat," jelas Budi.


Budi mengaku terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membangun rest area yang ideal dan tidak merugikan potensi wisata kota-kota tersebut. Rest area itu setidaknya ada pembatas dan koneksi khusus bagi masyarakat yang ingin menuju ke kota-kota di sekitar jalan tol.

"Diberikan pembatas dan ada koneksi dengan kota sehingga pemudik atau penghilir atau orang yang melakukan kegiatan-kegiatan ke Semarang atau ke Yogya, dia bisa masuk ke sini (rest area, red) di bagian dari kota tersebut. Sehingga nanti ada pattern perkembangan kota. Di situ pemudik bisa gunakan, sehingga karakter-karakter kota itu bisa menjadi ikon," ucap Budi.


Simak juga video Puja-puji Pelintas Tol Cipali
(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed