DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 00:21 WIB

Pemprov Jabar: Iriawan Masuk ke Rumah Dinas Wagub, Tak Geledah

Mukhlis Dinillah - detikNews
Pemprov Jabar: Iriawan Masuk ke Rumah Dinas Wagub, Tak Geledah Foto ilustrasi: Pj Gubernur Jawa Barat Komjen Pol Iriawan (Mochamad Solehudin/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantah kebenaran kabar yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal penggeledahan rumah dinas wakil gubernur Jawa Barat yang dilakukan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Komjen Mochamad Iriawan. Yang benar adalah peninjauan sebentar.

"Jadi Pak Gubernur (Pj Gubernur Iriawan) tidak menggeledah," kata Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Dedi Apendi, dalam keterangan pers Pemprov Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).


Ceritanya, pada Kamis (21/6/2018) pagi, Depen (panggilan Dedi Apendi) menjelaskan kepada Iriawan perihal 11 titik aset Pemprov. Kemudian selesai kerja saat malam hari, Depen menawarkan kepada Iriawan untuk sekalian meninjau aset-aset itu.

Awalnya Depen menawarkan Iriawan untuk meninjau rumah dinas Sekretaris Daerah Pemprov Jabar. Namun Iriawan menolak karena rumah dinas wagub lebih searah ketimbang rumah dinas sekda. Maka dipilihlah rumah dinas wagub sebagai objek peninjauan.


"Pas malam saya tawarkan mau mampir ke rumah dinas sekda, katanya nggak usah, rumah dinas mantan wagub searah," kata Depen.

Depen mengajak Iriawan untuk meninjau aset karena pertimbangan bahwa Pj Gubernur perlu tahu perkara seperti ini. Aset berupa rumah dinas wagub itu sudah diserahkan kembali ke Pemprov Jabar pada 14 Februari lalu.

"Sekali sambil jalan ngelihat saja. Di Dago juga cuma lihat sebentar saja. Jam 22.00 WIB malam ninjaunya," kata dia.


Rumah Dinas Wakil Gubernur yang beralamat di Jalan Dago 148 Bandung menjadi destinasi pertama peninjauan ini. Rumah ini pernah ditempati Dede Yusuf saat menjadi Wakil Gubernur periode 2008-2013, namun kini menjadi mes. Di sini Iriawan dan Depen melihat ada baju, yang belakangan diketahui sebagai baju karyawan. Iriawan menunjau namun tak sampai masuk ke kamar.

"Pak Gubernur (Iriawan -red) waktu itu (bilang), 'Pak Depen, kok ada baju? Apakah boleh naik?' 'Ya, Pak. Lihat saja, jangan masuk ke kamar,' saya bilang gitu. Bapak di jalan aja, di jalan ke tempat kamar-kamar, bukan ke kamar lah, lihat secara keseluruhan, tidak masuk. Keluar lagi, gitu saja. Jadi Pak Gubernur (Iriawan) tidak menggeledah," kata Depen.

Tinjauan kedua adalah rumah dinas wakil gubernur yang sebelumnya ditempati oleh Deddy Mizwar, beralamat di Jalan Rancabentang Nomor 24, Bandung.

"Di Rancabentang, masuk ke ruang tamu saja, kemudian (Iriawan) ke toilet sebentar, terus jalan ke bawah (keluar dari rumah dinas). Cuma lima menit," kata Depen.

Sebelumnya, SBY menyebut ada penggeledahan rumah dinas mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat itu. Penggeledahan itu disebutnya dilakukan Pj Gubernur.

"Di Jawa Barat, yang baru saja saya dengar, apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur apakah harus digeledah oleh pimpinan penjabat gubernur," kata SBY di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, tadi.

SBY mengimbau aparat netral menjelang berlangsungnya pilkada serentak. Masyarakat juga diminta aktif bila menemukan adanya keberpihakan aparat kepada pasangan calon.

Sebagaimana diketahui, pelantikan Iriawan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat disorot karena dia berasal dari kepolisian dan masih aktif berpangkat Komisaris Jenderal. Adapun Deddy Mizwar adalah mantan Wagub Jabar yang kini maju di Pilgub Jabar 2018, dia berpasangan dengan Dedi Mulyadi, diusung Partai Demokrat.

Judul dan sebagian isi berita diubah pukul 00.21 WIB, dari awalnya "Pemprov Jabar: Iriawan Tinjau Rumah Wagub dari Jalan, Tak Geledah" menjadi "Pemprov Jabar: Iriawan Masuk ke Rumah Dinas Wagub, Tak Geledah". Pengubahan dilakukan setelah redaksi mendapatkan keterangan yang lebih lengkap dari Pemprov Jawa Barat mengenai posisi Pj Gubernur Mochamad Iriawan.



(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed